Art Original
ANALISIS PENGENDALIAN BIAYA DAN WAKTU DENGAN MENERAPKAN METODE NILAI HASIL DAN PERCEPATAN PROYEK METODE CRASH PROGRAM PADA PEMBANGUNAN GEDUNG BERTINGKAT 3 LANTAI
Pembangunan infrastruktur sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor yang menentukan keberhasilan pelaksanaan pekerjaan. Dalam pekerjaan konstruksi, terdapat keterbatasan waktu dan biaya, sehingga pengendalian yang efektif menjadi hal yang penting untuk meminimalkan penyimpangan selama proses pelaksanaan. Penelitian ini berfokus pada masalah percepatan konstruksi, dimana upaya percepatan diiringi dengan peningkatan sumber daya untuk meningkatkan produktivitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja waktu dan biaya serta percepatannya pada proyek yang menjadi objek penelitian. Pendekatan yang diterapkan dalam penelitian ini melibatkan Metode Nilai Hasil untuk mencari kinerja biaya dan waktu berdasarkan nilai Cost Variance, Cost Performance Index, Schedule Variance, dan Schedule Performance Index yang menggunakan parameter seperti Budget Cost of Work Scheduled, Budget Cost of Work Performed, dan Actual Cost of Work Performed. Selain itu, waktu dan biaya yang muncul akibat percepatan pekerjaan melalui metode Crash Program dengan penambahan tenaga kerja dan jam lembur. Berdasarkan hasil analisis penjadwalan dengan Microsoft Project, Crash Program difokuskan pada pekerjaan beton struktur karena pekerjaan kritis dalam proyek pembangunan ini. Hasil analisis kinerja hingga minggu ke-24 menunjukkan bahwa dari segi biaya proyek mengalami penghematan yang ditunjukkan dengan hasil CV positif Rp. 322.236.850,02 dan CPI 1,04 > 1, sementara dari segi waktu mengalami keterlambatan yang ditunjukkan dengan hasil SV negatif Rp. 680.442.936,75 dan SPI 0,92 < 1. Crash Program yang dilakukan menggunakan cara penambahan tenaga kerja dengan total tenaga kerja yang ditambahkan sebanyak 20 orang dapat mengurangi durasi yang dibutuhkan menjadi lebih cepat 5,76% dengan penghematan biaya sebesar 0,05%, sementara Crash Program yang dilakukan dengan penambahan jam lembur sebanyak 4 jam lembur dapat mengurangi durasi maksimal sebanyak 4,19% dengan penambahan biaya sebanyak 0,94%. Dari perbandingan kedua simulasi percepatan ini dapat disimpulkan bahwa yang lebih efektif yaitu dengan melakukan percepatan menggunakan penambahan tenaga kerja.
No other version available