ETD - UIR

Electronic Thesis and Dissertation

  • Home
  • Information
  • News
  • Help
  • Librarian
  • Member Area
    Member Login Online Registration
  • Select Language :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesian Japanese Malay Persian Russian Thai Turkish Urdu

Search by :

ALL Author Subject NPM Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
Image of PRAKTIK SISTEM BAGI DUO DITINJAU DENGAN AKAD MUZARA’AH PADA USAHA GAMBIR DI NAGARI KOTO BANGUN KECAMATAN KAPUR IX KABUPATEN LIMA PULUH KOTA SUMATRA BARAT
Bookmark Share

Art Original

PRAKTIK SISTEM BAGI DUO DITINJAU DENGAN AKAD MUZARA’AH PADA USAHA GAMBIR DI NAGARI KOTO BANGUN KECAMATAN KAPUR IX KABUPATEN LIMA PULUH KOTA SUMATRA BARAT

AULIA MUTMAINNAH - Personal Name; Muhammad Arif - Personal Name;

Latar belakang penelitian ini diangkat dari Sistem bagi hasil merupakan salah satu bentuk kerja sama dalam pengelolaan lahan pertanian yang dikenal dalam Islam sebagai akad muzara’ah. Praktik ini menjadi alternatif ekonomi berbasis syariah yang bertujuan untuk menciptakan keadilan dan keberkahan dalam aktivitas pertanian. Namun, dalam implementasinya di masyarakat, sistem muzara’ah sering kali masih dijalankan secara tradisional, tanpa memperhatikan aspek hukum Islam secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan sistem bagi hasil (akad muzara’ah) dalam usaha perkebunan gambir di Nagari Koto Bangun, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Lima Puluh Kota. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara terhadap lima orang penggarap dan lima orang pemilik lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik sistem bagi duo ditinjau dalam akad muzara’ah yang dijalankan masyarakat setempat telah memenuhi sebagian besar rukun dan syarat akad menurut perspektif ekonomi Islam, seperti adanya kejelasan objek kerja sama, pembagian hasil yang disepakati sejak awal, serta kerelaan kedua belah pihak. Akan tetapi, kelemahan utama terletak pada pelaksanaan akad yang dilakukan secara lisan tanpa saksi dan dokumen tertulis. Hal ini dapat menimbulkan potensi sengketa di masa mendatang dan belum sepenuhnya memenuhi prinsip kehati-hatian dalam hukum Islam. Dalam praktiknya, pembagian hasil dilakukan berdasarkan jenis lokasi kebun (gambir dekat atau jauh), dengan skema 50:50 setelah dikurangi biaya operasional seperti pupuk. Sistem ini meskipun sederhana, dianggap adil dan bermanfaat bagi kedua belah pihak. Namun, untuk meningkatkan perlindungan hukum dan kesesuaian dengan syariat Islam, disarankan adanya penerapan akad tertulis dengan saksi dan penetapan waktu kerja secara lebih formal.


Availability
#
Ekonomi Syariah (Fakultas Agama Islam) Syariah 332.7 Aul p
ETD0813II
Available but not for loan - ETD
Detail Information
Call Number
Syariah 332.7 Aul p
Language
Indonesia
NPM
212310136
Publisher
Ekonomi Syariah : Universitas Islam Riau., 2025
Keyword(s)
Muzara’ah
Usaha Gambir
Other Information
Petugas
Ayu Agustina
Other version/related

No other version available

File Attachment
  • Please login to see this attachment
Comments

You must be logged in to post a comment

ETD - UIR
  • Information
  • Services
  • Librarian
  • Member Area

About Us

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject

Keep SLiMS Alive Want to Contribute?

© 2026 — Senayan Developer Community

Powered by SLiMS
Select the topic you are interested in
  • Computer Science, Information & General Works
  • Philosophy & Psychology
  • Religion
  • Social Sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied Sciences
  • Art & Recreation
  • Literature
  • History & Geography
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Advanced Search
Where do you want to share?