ETD - UIR

Electronic Thesis and Dissertation

  • Home
  • Information
  • News
  • Help
  • Librarian
  • Member Area
    Member Login Online Registration
  • Select Language :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesian Japanese Malay Persian Russian Thai Turkish Urdu

Search by :

ALL Author Subject NPM Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Analisis Terhadap Putusan Mahkamah Konstitusi Yang Bersifat Positif Legislator Dalam Putusan Nomor 90/puu-xxi/2023
Bookmark Share

Art Original

Analisis Terhadap Putusan Mahkamah Konstitusi Yang Bersifat Positif Legislator Dalam Putusan Nomor 90/puu-xxi/2023

Salim Kusuma - Personal Name; Suparto - Personal Name;

Indonesia sebagai negara hukum menempatkan Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai lembaga yang berwenang menguji undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Putusan MK No. 90/PUU-XXI/2023 menimbulkan perdebatan karena dianggap bersifat positif legislator, yaitu tidak hanya membatalkan norma hukum tetapi juga menciptakan norma baru terkait syarat usia calon presiden dan wakil presiden. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai batas kewenangan MK dan implikasinya terhadap sistem ketatanegaraan Indonesia. Masalah pokok penelitian yaitu bagaimana analisis terhadap pertimbangan Hakim Konstitusi dalam memutus perkara No. 90/PUU-XXI/2023 dan apa saja pertimbangan Hakim Konstitusi dalam memutus putusan yang bersifat positif legislator dalam putusan tersebut. Penelitian yaang dilakukan menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan yuridis-analitis. Data diperoleh dari bahan hukum primer seperti UUD 1945, Undang-Undang No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, serta Putusan MK No. 90/PUU-XXI/2023, dan bahan hukum sekunder berupa literatur akademik serta jurnal terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa putusan ini merupakan contoh nyata dari tindakan positif legislator, di mana MK tidak hanya menghapus norma tetapi juga menambahkan norma baru terkait persyaratan usia calon presiden dan wakil presiden. Hal ini menimbulkan dilema hukum karena MK, yang seharusnya berperan sebagai negative legislator, justru menciptakan norma baru, yang seharusnya menjadi kewenangan legislatif. Oleh karena itu, diperlukan batasan yang lebih tegas dalam kewenangan MK guna menjaga keseimbangan sistem ketatanegaraan dan mencegah potensi tumpang tindih dengan fungsi legislatif. namun tindakan MK dalam bentuk putusan positif legislator ini bisa dilakukan dengan pertimbangan-pertimbangan berikut: Pertama, keadilan dan kemanfaatan masyarakat. Kedua, situasi mendesak. Ketiga, mengisi rechtvakuum untuk menghindari kekacauan hukum dalam masyarkat.


Availability
#
Ilmu Hukum (Fakultas Hukum) Hukum 342.598 Sal A
252446
Available but not for loan - ETD
Detail Information
Call Number
-
Language
Indonesia
NPM
211010560
Publisher
Ilmu Hukum : Universitas Islam Riau., 2025
Keyword(s)
Kata Kunci: Mahkamah Konstitusi, Positif Legislato
Other Information
Petugas
Nada
Other version/related

No other version available

File Attachment
  • Please login to see this attachment
Comments

You must be logged in to post a comment

ETD - UIR
  • Information
  • Services
  • Librarian
  • Member Area

About Us

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject

Keep SLiMS Alive Want to Contribute?

© 2026 — Senayan Developer Community

Powered by SLiMS
Select the topic you are interested in
  • Computer Science, Information & General Works
  • Philosophy & Psychology
  • Religion
  • Social Sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied Sciences
  • Art & Recreation
  • Literature
  • History & Geography
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Advanced Search
Where do you want to share?