Text
Uji Efektivitas Kulit Jeruk Bali (citrus Maxima) Sebagai Additif Tambahan Pada Water Base Mud Terhadap Rheology Lumpur Pemboran
Faktor terpenting dalam suatu operasi pemboran adalah lumpur pemboran. Permasalahan yang sering kali muncul dalam operasi pemboran adalah pada saat pengsirkulasian lumpur pemboran. Pada saat proses sirkulasi, terdapat beberapa permasalahan, salah satunya : Lost circulation. Untuk menanggulangi permasalahan ini, maka perlu diberikan lost circulation material pada lumpur yang akan disirkulasikan pada saat operasi pemboran. Penelitian ini menggunakan LCM (lost circulation material) dari Kulit Jeruk Bali. Metode pada penelitian ini menggunakan uji laboratorium, yang meliputi : densitas, viskositas, plastic viscosity, yield point, gel strength, filtration loss dengan menggunakan konsentrasi 5 gram, 10 gram, 15 gram pada suhu ruang. Hasil pengujiannya, Density, Plastic viscosity, Yield Point dan Gel Strength meningkat seiring bertambahnya konsentrasi LCM kulit jeruk bali sebagai additif tambahan dan menunjukkan keefektifan nya untuk mengontrol rheology lumpur, pengujian filtration loss menggunakan LCM kulit jeruk bali filtrat terus berkurang, dikarenakan kandungan selulosa yang ada pada kulit nya sebesar 46.22% yang berfungsi sebagai pengikat air dan masih dalam range standar API. Perbandingan dari hasil pengujian antara LCM kulit jeruk bali dan LCM industri (Cal CO3) pada rheology tidak memiliki hasil yang terlalu signifikan, akan tetapi pada nilai gel strength konsentrasi 15 gr dengan penambahan LCM (CaCO3) didapat 0.9 (Ib/100ft2) sedangkan range standar API nya 0,6 – 0,8 lb/100ft2. Nilai filtration loss penggunaan LCM industri (Cal CO3) 5 gr didapat filtrat volume nya 16 ml, dan belum memenuhi standar API Spec 13A pengujian filtration loss dengan range 5-15 ml maximum, sedangkan nilai terkecil yaitu penambahan 15 gr LCM kulit jeruk bali yaitu 11.7 ml.
No other version available