Text
Kajian Kualitas Batu Bata Menggunakan Metode Six Sigma- Dmaic (studi Kasus: Pt. Rafindo Mutiara Abadi)
PT. Rafindo Mutiara Abadi merupakan perusahaan yang bergerak dalam memproduksi batu bata, kualitas batu bata masih menjadi masalah dikarenakan munculnya beberapa jenis kecacatan selama proses produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis kerusakan dan jumlah total kerusakan produk batu bata serta menentukan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kerusakan selama produksi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Six SigmaDMAIC fase Define, Measure, Analyze, Improve dan Control. Six Sigma merupakan metodologi terstruktur yang digunakan untuk memperbaiki proses pada usaha variasi proses sekaligus mengurangi cacat. Dengan menganalisa proses produksi batu bata menggunakan Six Sigma-DMAIC maka kerusakan/kecacatan dapat di identifikasi. Berdasarkan hasil analisa Six Sigma-DMAIC terdapat 4 jenis kerusakan produk batu bata yaitu pecah atau patah, retak, cuil dan gosong. Dengan jumlah total kerusakan produk pada bulan Mei yaitu total keseluruhan 7.069 keping batu bata pada senin 06 Mei jumlah produk cacat 993 keping batu bata, selasa 07 Mei 1.019 keping batu bata, rabu 08 Mei 929 keping batu bata, kamis 09 Mei 984 keping batu bata, jumat 10 Mei 1.002 keping batu bata, sabtu 11 Mei 1.024 keping batu bata, minggu 12 Mei 1.118 keping batu bata. Terdapat faktor – faktor yang menyebabkan kerusakan selama proses produksi yaitu faktor material dikarenakan belum adanya SOP bahan baku, faktor manusia dikarenakan kurangnya pelatihan dan metode dikarenakan belum adanya SOP proses produksi.
No other version available