Text
Analisis Risiko Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Menggunakan Metode Job Safety Analysis (JSA) Pada Pekerjaan Struktur Beton Bertulang (Studi Kasus: Pembangunan Sport Hall Pelita Indonesia)
Dalam proyek konstruksi, pembangunan gedung termasuk kegiatan dengan risiko kecelakaan kerja yang sangat tinggi. Secara umum, proses pembangunan proyek konstruksi banyak mengandung unsur bahaya, hal tersebut menyebabkan industri konstruksi memiliki catatan yang buruk dalam hal keselamatan dan kesehatan kerja. Masalah ini umumnya muncul pada level operasi pelaksanaan konstruksi, terkait dengan penggunaan APD di lapangan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui potensi bahaya, tingkat risiko, serta upaya pengendalian kecelakaan kerja pada pekerjaan struktur beton bertulang dengan metode Job Safety Analysis (JSA). Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode Job Safety Analysis (JSA) melalui penyebaran kuesioner kepada para pekerja di proyek pembangunan Sport Hall Pelita Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada proyek pembangunan Sport Hall Pelita Indonesia, ditemukan bahwa terdapat empat tahapan utama dalam pelaksanaan pekerjaan struktur beton bertulang, yaitu pekerjaan pembesian, bongkar pasang scaffolding, bongkar pasang bekisting, dan pengecoran beton. Dari keseluruhan proses kerja, teridentifikasi sebanyak 28 potensi risiko kerja. Risiko-risiko tersebut diklasifikasikan berdasarkan tingkat keparahan dan kemungkinan terjadinya, yang menghasilkan kategori tingkat risiko berupa 4 risiko dengan tingkat risiko besar, 11 risiko dengan tingkat risiko sedang, dan 13 risiko dengan tingkat risiko kecil. Klasifikasi ini menggunakan metode penilaian risiko berbasis matriks risiko. Upaya pengendalian kecelakaan kerja yang dilakukan dengan Job Safety Analysis (JSA) yaitu dengan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) seperti helm proyek, sepatu safety, kacamata pelindung, sarung tangan kerja, sabuk penyangga punggung, hingga full body harness.
No other version available