Text
Analisis Pendapatan dan Pemasaran Kelapa Sawit di Desa Kota Intan Kecamatan Kunto Darussalam Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau
Produktivitas kelapa sawit menggambarkan semakin banyak petani yang melakukan usahatani kelapa sawit, yang disebabkan adanya peningkatan kesejahteraan karena dipengaruhi oleh harga sawit yang cenderung konstan bahkan naik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis 1) karakteristik petani kelapa sawit dan pedagang TBS, 2) pendapatan usahatani, dan 3) pemasaran TBS. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei yang dilaksanakan di Desa Kota Intan Kecamatan Kunto Darussalam Kabupaten Rokan Hulu. Penelitian ini dilaksanakan dalam waktu 6 bulan (Desember 2024 – Mei 2025). Penentuan sampel dilakukan dengan cara simple random sampling yakni mengambil 45% petani swadaya yang tergabung dalam 4 kelompok tani, sehingga diperoleh sampel sebanyak 35 petani dan 3 pedagang besar (RAM). Data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari data primer dan data sekunder. Berdasarkan hasil penelitian rata-rata umur petani kelapa sawit swadaya di Desa Kota Intan adalah 46,83 tahun yang dapat dikategorikan sebagai umur yang produktif, tingkat pendidikan rata-rata yaitu SMP, pengalaman berusaha rata-rata adalah 13,57 tahun, dan jumlah tanggungan keluarga rata-rata yaitu 4,46 jiwa. Sedangkan pedagang rata-rata umur 47,67 tahun dengan Pendidikan terakhir SMA memiliki lama pengalaman usaha 15,33 tahun dan jumlah tanggungan keluarga 6 jiwa. Dari hasil analisis pendapatan diketahui luas lahan rata-rata 3,51 hektar, Biaya produksi yang dikeluarkan petani adalah Rp. 25.148.157 /ha/tahun dengan produksi rata-rata 33.000 kg/ha/tahun, menghasilkan pendapatan kotor yang diterima adalah sebesar Rp. 93.060.000/ha/tahun dan pendapatan bersih senilai Rp.67.911.843/ha/tahun. Dengan efisiensi sebesar 3,70. Berdasarkan hasil analisis pemasaran diketahui terdapat 1 saluran pemasaran, dengan lembaga pemasaran meliputi petani, pedagang besar (RAM) dan PKS sebagai konsumen. Fungsi pemasaran meliputi fungsi pertukaran, fungsi fisik, fasilitas dan fungsi pengangkutan. Biaya pemasaran dikeluarkan adalah Rp.141/kg, keuntungan pemasaran Rp.139/kg, margin pemasaran adalah Rp.280, efisiensi pemasaran adalah 5% dan farmer’s share adalah 90,97%.
No other version available