ETD - UIR

Electronic Thesis and Dissertation

  • Home
  • Information
  • News
  • Help
  • Librarian
  • Member Area
    Member Login Online Registration
  • Select Language :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesian Japanese Malay Persian Russian Thai Turkish Urdu

Search by :

ALL Author Subject NPM Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
Image of KESEJAHTERAAN PSIKOLGIS REMAJA AKHIR DENGAN ORANG TUA TUNGGAL: STUDI DESKRIPTIF
Bookmark Share

Text

KESEJAHTERAAN PSIKOLGIS REMAJA AKHIR DENGAN ORANG TUA TUNGGAL: STUDI DESKRIPTIF

PUJA LARASATI - Personal Name; Ersaliya Arezah - Personal Name;

Remaja adalah masa transisi dari anak-anak ke dewasa dengan perubahan biologis, kognitif, psikososial, dan emosional yang signifikan. Selama periode ini, remaja sering menghadapi gejolak emosional yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menghambat kreativitas. Kehilangan salah satu figur penting karena kematian orang tua dapat menimbulkan perasaan sedih, putus asa, kehilangan semangat belajar, hingga depresi pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran psychological well-being pada remaja akhir yang dibesarkan oleh orang tua tunggal (cerai mati) pada 388 remaja akhir di Pekanbaru yang dibesarkan oleh orang tua tunggal (cerai mati), yang sering menghadapi gejolak emosional dan dampak kehilangan. Penelitian deskriptif kuantitatif, data dikumpulkan melalui kuesioner skala PWB Ryff (1989) (20 item, 6 dimensi) dengan Skala Likert dan teknik snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa psychological well-being pada remaja akhir dengan orang tua tunggal secara umum berada pada kategori tinggi. Meskipun demikian, dimensi hubungan positif dengan orang lain menunjukkan persentase paling rendah, mengindikasikan bahwa hubungan positif mereka dengan orang lain belum optimal atau masih perlu ditingkatkan. Faktor-faktor seperti durasi kehilangan juga mempengaruhi tingkat psychological well-being; semakin rendah durasi kehilangan, semakin rendah pula tingkat psychological well-being remaja. Remaja yang ditinggalkan ayah cenderung memiliki psychological well-being dalam kategori sedang, sementara yang ditinggalkan ibu atau keduanya cenderung berada pada kategori tinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa psychological well-being remaja akhir dengan orang tua tunggal perlu perhatian, terutama pada mereka yang berada di kategori rendah dan sangat rendah, untuk mencegah tindakan yang menyimpang.


Availability
#
Ilmu Psikologi (FAKULTAS PSIKOLOGI) Psikologi 362.7 Puj k
ETD2739II
Available but not for loan - ETD
Detail Information
Call Number
Psikologi 362.7 Puj k
Language
Indonesia
NPM
218110043
Publisher
Ilmu Psikologi : Universitas Islam Riau., 2025
Keyword(s)
Kesejahteraan Psikologis
Remaja Akhir
Orang Tua Tunggal
Cerai Mati
Other Information
Petugas
Ayu Agustina
Other version/related

No other version available

File Attachment
  • Please login to see this attachment
Comments

You must be logged in to post a comment

ETD - UIR
  • Information
  • Services
  • Librarian
  • Member Area

About Us

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject

Keep SLiMS Alive Want to Contribute?

© 2026 — Senayan Developer Community

Powered by SLiMS
Select the topic you are interested in
  • Computer Science, Information & General Works
  • Philosophy & Psychology
  • Religion
  • Social Sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied Sciences
  • Art & Recreation
  • Literature
  • History & Geography
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Advanced Search
Where do you want to share?