Text
Analisa Risiko Kecelakaan Kerja dengan Menggunakan metode FMEA (Failure Mode and Effect Analysis)
Proyek pembangunan konstruksi gedung merupakan kegiatan yang memiliki risiko. Salah satu risiko pekerjaan yang muncul adalah kecelakaan kerja. Risiko dalam proyek konstruksi tidak dapat dihilangkan, namun dapat diminimalisir atau dialihkan dari satu pihak ke pihak lain. Untuk mengurangi dan mencegah risiko tersebut, diperlukan manajemen risiko yang baik. Manajemen risiko adalah proses penerapan kebijakan manajemen secara sistematis dalam mengidentifikasi bahaya, menganalisa, mengevaluasi, penanganan dan pemantauan bahaya dan meninjau ulang risiko. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi risiko dan dampak kecelakaan kerja, menentukan risiko dominan, dan merekomendasi pengendalian risiko yang sesuai. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan yaitu dengan pendekatan FMEA (Failure Mode and Effect Analysis). Metode FMEA merupakan salah satu teknik sistematis untuk mengidentifikasi dan mencegah resiko sebelum terjadi. Responden yang berkonstribusi pada penelitian ini sebanyak 15 responden. Eveluasi proses kegagalan FMEA dilakukan dengan menggunakan tiga indikator yaitu Severity (S), Occurrence (O), dan Detection (D). Untuk menentukan nilai risiko dominan, ketiga indikator tersebut dikalikan dan menghasilkan RPN (Risk Priority Number). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 4 variabel resiko yang teridentifikasi dengan total 20 indikator yang valid. Hasil analisa menunjukkan resiko dominan dalam penelitian ini diperoleh 13 indikator resiko yang merupakan resiko dominan, dengan 10 indikator yang paling signifikan yaitu Pekerja tidak menggunakan APD dan kurang berhati-hari, Pekerja tidak menggunakan APD, Pekerja tidak menggunakan APD Earplug, Kelalaian pekerja, Pekerja kurang berhati-hati, Pekerja tidak konsentrasi, Pekerja tidak menggunakan APD, Pekerja tidak konsentrasi), Material bekisting berserakan di area kerja, dan Pemasangan perancah tidak sesuai SOP/ perancah yang tidak tepat. Rekomendasi pengendalian resiko dominan yang dapat diberikan untuk meminimalisir resiko yang ada yaitu: Penggunaan APD bekerja diketinggian, pengawasan yang ketat untuk memastikan APD terpasang dengan baik, melakukan briefing/pengarahan sebelum memulai pekerjaan sehingga pekerja dapat diingatkan kembali agar lebih berhati-hati, menyiapkan APD untuk para pekerja, Mengatur jadwal istirahat secara teratur, melarang pekerja bekerja jika tidak dilakukan sesuai SOP, mengatur jadwal istirahat pekerja secara teratur, mengingatkan pekerja untuk selalu fokus, Membersihkan area kerja secara rutin dan konsisten.
No other version available