Text
ANALISIS PEMANFAATAN LIMBAH FABA SEBAGAI FILLER DAN MATERIAL RECLAIMED ASPHALT PAVEMENT PADA CAMPURAN AC - BC
Konstruksi perkerasan lentur (flexible pavement) yang menggunakan aspal sebagai bahan pengikat merupakan salah satu jenis perkerasan yang paling umum digunakan di Indonesia. Namun, meningkatnya beban lalu lintas dan keterbatasan material agregat mendorong perlunya inovasi dalam penggunaan material daur ulang, seperti Reclaimed Asphalt Pavement (RAP), serta limbah industri seperti Fly Ash Bottom Ash (FABA) sebagai bahan pengisi (filler). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik Marshall campuran Asphalt Concrete–Binder Course (AC– BC) yang menggunakan RAP sebagai pengganti agregat dan FABA sebagai filler, serta menentukan kadar optimum penggunaannya. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium, dengan mencampurkan 30% RAP dan 70% agregat baru. Campuran diuji menggunakan Marshall Test dengan variasi penambahan FABA sebesar 0%, 1%, dan 2%. Seluruh pengujian mengacu pada Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Revisi 2 sebagai acuan teknis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campuran AC–BC dengan penambahan 1% FABA menghasilkan kinerja Marshall terbaik, ditinjau dari nilai stabilitas, flow, VIM, VMA, dan VFA yang memenuhi spesifikasi teknis. Penambahan FABA sebesar 2% cenderung menurunkan performa campuran, sementara penggunaan RAP sebesar 30% tetap mampu menjaga kekuatan struktural campuran. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan RAP sebesar 30% dan FABA sebesar 1% merupakan komposisi optimum yang dapat digunakan dalam campuran AC–BC. Komposisi ini tidak hanya memenuhi spesifikasi teknis, tetapi juga mendukung upaya pengurangan limbah konstruksi dan pembangunan jalan berkelanjutan.
No other version available