Text
PENGARUH FILLER SEMEN TERHADAP JENIS ASPAL PENETRASI PADA KARAKTERISTIK MARSHALL UNTUK CAMPURAN ASPHALT CONCRETE WEARING COURSE (AC-WC)
ABSTRAK PENGARUH FILLER SEMEN TERHADAP JENIS ASPAL PENETRASI PADA KARAKTERISTIK MARSHALL UNTUK CAMPURAN ASPHALT CONCRETE WEARING COURSE (AC-WC) Oleh : Wisnu Herryanto NPM : 213 121 015 Pada konstruksi perkerasan lentur (flexible pavement) menggunakan aspal sebagai bahan pengikatnya. Pemakaian material yang tepat seperti filler dan aspal penetrasi pada aspal akan mempengaruhi kualitas aspal yang dihasilkan. Menurut Spesifikasi Bina Marga Tahun 2018 berdasarkan nilai penetrasi, aspal terdiri dari tipe I dan tipe II. Tipe I merupakan aspal Pen.60-70 dan tipe II merupakan aspal modifikasi PG 70 dan aspal modifikasi PG 76, sementara bahan pengisi jenis semen hanya diizinkan untuk campuran beraspal panas dengan bahan pengikat jenis aspal keras Pen.60-70. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh filler semen terhadap jenis aspal Pen.60-70, aspal PG 70 dan aspal PG 76 pada karakteristik Marshall untuk campuran Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC). Dalam penelitian ini menggunakan jenis aspal Pen.60-70 sebagai acuan pembanding terhadap aspal PG 70 dan aspal PG 76 dengan menggunakan filler semen yang ditinjau terhadap karakteristik Marshall kadar aspal 5%. Dari hasil pengujian karakteristik Marshall pada kadar aspal 5 % untuk jenis aspal Pen.60-70 diperoleh nilai kinerja aspal yang baik dan memenuhi persyaratan sesuai dengan Spesifikasi Teknis Bina Marga 2018. Namun pada jenis aspal PG 70 perlu ditinjau terhadap nilai Stabilitas yang cukup tinggi yaitu sebesar 2.035,20 kg, namun pada parameter Marshall seperti nilai VIM cukup rendah yaitu sebesar 3,07 % Sehingga meskipun aspal PG 70 mempunyai nilai Stabilitas yang tinggi namun nilai VIM yang rendah mendekati batas minimal yang dipersyaratkan, terhadap perilaku aspal dapat menjadi kaku dan rentan terhadap retak lelah ( fatique cracking) serta dapat menyebabkan bleeding pada konstruksi aspal AC-WC. Begitu juga terhadap jenis aspal PG 76 dimana nilai Flowdiperoleh sebesar 4,3 mm diluar dari batas maksimal yang dipersyaratkan, sehingga dapat menyebabkan konstruksi aspal menjadi lentur atau plastis dan rentan terhadap rutting (alur) pada suhu tinggi saat dilewati beban kendaraan pada perkerasan AC-WC.
No other version available