ETD - UIR

Electronic Thesis and Dissertation

  • Home
  • Information
  • News
  • Help
  • Librarian
  • Member Area
    Member Login Online Registration
  • Select Language :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesian Japanese Malay Persian Russian Thai Turkish Urdu

Search by :

ALL Author Subject NPM Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
Image of LARANGAN PELAKSANAAN PERKAWINAN SESUKU DALAM MASYARAKAT ADAT MINANGKABAU DI DESA TANJUNG KECAMATAN KOTO KAMPAR HULU
Bookmark Share

Text

LARANGAN PELAKSANAAN PERKAWINAN SESUKU DALAM MASYARAKAT ADAT MINANGKABAU DI DESA TANJUNG KECAMATAN KOTO KAMPAR HULU

DANDI CAHYADI - Personal Name; Erlina - Personal Name;

Perkawinan sesuku dilarang dalam adat Minangkabau karena dianggap melanggar sistem kekerabatan matrilineal. Meski sah menurut hukum negara dan agama, pelanggaran terhadap larangan ini masih terjadi di Desa Tanjung, Kecamatan Koto Kampar Hulu, dan dikenai sanksi adat. Penelitian ini bertujuan mengkaji pelaksanaan dan dampak larangan tersebut dalam kehidupan masyarakat setempat. Masalah pokok pada penelitian ini adalah pelaksanaan perkawinan sesuku dalam masyarakat adat minangkabau di Desa Tanjung, Kecamatan Koto Kampar Hulu Kabupaten Kampar dan bentuk sanksi perkawinan sesuku dalam masyarakat adat minangkabau di Desa Tanjung, Kecamatan Koto Kampar Hulu Kabupaten Kampar. Penelitian ini menggunakan pendekatan hukum sosiologis dengan sifat deskriptif-analitis, berlokasi di Desa Tanjung, Kecamatan Koto Kampar Hulu. Data diperoleh melalui teknik sensus terhadap tokoh adat, kepala desa, dan pelaku perkawinan sesuku tahun 2022–2023. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi, lalu dianalisis secara kualitatif dengan penarikan kesimpulan secara deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan perkawinan sesuku dalam masyarakat adat Minangkabau di Desa Tanjung secara tegas dilarang oleh aturan adat, akan tetapi dalam praktiknya masih terdapat kasus pelanggaran, terutama dari kalangan muda yang melangsungkan perkawinan sesuku secara diam-diam, bahkan di luar kampung, tanpa melibatkan pihak adat. Hal ini menunjukkan adanya pergeseran nilai dan pengaruh dari luar yang mulai melemahkan pengawasan adat. Larangan kawin sesuku di Desa Tanjung ditegakkan secara ketat berdasarkan sistem kekerabatan matrilineal. Pasangan yang melanggar dikenai sanksi adat berupa pengucilan sosial, denda seekor kerbau, larangan adat, hingga pengusiran, sebagai bentuk penegakan norma dan pelestarian kehormatan adat.


Availability
#
Ilmu Hukum (FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS ISLAM RIAU) Hukum 346.01 Dan l
ETD3606II
Available but not for loan - ETD
Detail Information
Call Number
Hukum 346.01 Dan l
Language
Indonesia
NPM
211010395
Publisher
Ilmu Hukum : Universitas Islam Riau., 2026
Keyword(s)
perkawinan sesuku
Larangan
Minangkabau
Other Information
Petugas
Ayu Agustina
Other version/related

No other version available

File Attachment
  • Please login to see this attachment
Comments

You must be logged in to post a comment

ETD - UIR
  • Information
  • Services
  • Librarian
  • Member Area

About Us

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject

Keep SLiMS Alive Want to Contribute?

© 2026 — Senayan Developer Community

Powered by SLiMS
Select the topic you are interested in
  • Computer Science, Information & General Works
  • Philosophy & Psychology
  • Religion
  • Social Sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied Sciences
  • Art & Recreation
  • Literature
  • History & Geography
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Advanced Search
Where do you want to share?