Text
BALADA ANAK TENGAH: GAMBARAN SIBLING RIVALRY DI DALAM KELUARGA
Sibling rivalry merupakan fenomena yang umum terjadi terutama pada anak tengah yang kerap merasa kurang mendapat perhatian dibandingkan anak sulung dan anak bungsu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sibling rivalry (persaingan antar saudara kandung) pada anak tengah dalam keluarga. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan sampel sebanyak 178 responden anak tengah yang diambil secara Snowball sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala sibling rivalry yang mengukur aspek konflik, cemburu, dan kekesalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas anak tengah mengalami sibling rivalry dalam kategori rendah hingga sedang, dengan persentase tertinggi di kategori rendah (38,2%) dan sedang (35,4%). Analisis juga mengungkapkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan sibling rivalry berdasarkan jenis kelamin dan usia, namun ditemukan perbedaan signifikan berdasarkan jumlah saudara kandung dan urutan kelahiran dalam keluarga (p < 0,05). Anak tengah pada urutan kedua dalam keluarga cenderung melaporkan tingkat sibling rivalry yang lebih tinggi. Selain menunjukkan adanya persaingan, beberapa anak tengah juga mengembangkan kemandirian, fleksibilitas, dan kemampuan menjadi penengah dalam keluarga. Temuan ini menegaskan pentingnya pola asuh yang adil dan komunikasi terbuka agar persaingan antar saudara tidak berkembang menjadi permasalahan psikososial yang berkepanjangan. Orang tua disarankan untuk memberikan perhatian dan kasih sayang secara proporsional kepada semua anak agar tercipta harmoni keluarga. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi keluarga, orang tua, akademisi, serta menjadi dasar penelitian lebih lanjut mengenai dinamika psikososial anak tengah dalam konteks keluarga Indonesia.
No other version available