Text
Analisis Kesulitan Guru Dalam Penerapan P5 Kelas 5 Di sekolah Dasar Negeri 008 Air Putih Kabupaten Indragiri Hulu
Proyek Penguatan Profil Siswa Pancasila (P5) merupakan program penting dalam Kurikulum Mandiri yang mengharuskan guru untuk berpartisipasi aktif dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran berbasis proyek. Namun, pelaksanaan program ini di sekolah dasar masih menghadapi berbagai kendala. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan guru dalam melaksanakan P5 untuk siswa kelas lima di Sekolah Dasar Negeri Air Putih 008, Kabupaten Indragiri Hulu.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Validasi data dilakukan dengan triangulasi sumber, waktu, dan teknik. Subjek penelitian adalah guru kelas V yang terlibat langsung dalam pelaksanaan P5. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan guru terjadi pada tiga tahap utama. Pada tahap perencanaan, guru belum sepenuhnya memahami konsep P5, sehingga tujuan dan alur kegiatan masih bersifat umum dan kurang detail, ditambah dengan pelatihan teknis yang minim. Pada tahap pelaksanaan, kendala muncul akibat keterbatasan waktu, fasilitas, dan partisipasi siswa yang tidak merata dalam kerja kelompok.Selama fase evaluasi, penilaian cenderung berfokus pada hasil proyek akhir tanpa mengoptimalkan penilaian proses, indikator karakter, dan portofolio. Faktor utama yang memengaruhi kendala ini antara lain terbatasnya pelatihan, minimnya fasilitas pendukung, dan kurangnya instrumen penilaian karakter yang komprehensif. Kesimpulan dari studi ini menekankan perlunya pelatihan berkelanjutan bagi guru, penyediaan fasilitas yang memadai, dan pengembangan sistem evaluasi terstruktur untuk memastikan implementasi P5 yang lebih efektif di sekolah dasar.
No other version available