Text
ANALISIS KEBUTUHAN MATERIAL BESI TULANGAN PADA STRUKTUR BERTULANG DENGAN METODE BAR BENDING SCHEDULE PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG TAHANAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI RIAU
Pembangunan Gedung Tahanan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Riau menggunakan struktur beton bertulang yang membutuhkan perencanaan besi tulangan secara akurat dan detail untuk menghindari keslahan pada kebutuhan besi tulangan. Namun, metode perhitungan yang digunakan masih bersifat konvensional dan belum menerapkan Bar Bending Schedule (BBS), sehingga berpotensi mengabaikan panjang tekuk, sambungan, serta bentuk tulangan secara detail. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung kebutuhan besi tulangan pada elemen kolom dan balok menggunakan metode BBS, serta membandingkannya dengan metode konvensional untuk mendapatkan estimasi volume yang lebih akurat. Metode penelitian menggunakan studi kasus proyek pembangunan Gedung Tahanan BNN Provinsi Riau, dengan shop drawing digambar ulang di AutoCAD untuk detail bentuk dan ukuran tulangan. Perhitungan mengikuti SNI 2847:2019 dan SNI 2052:2017, mempertimbangkan sambungan, kait, dan tekukan, lalu disajikan dalam tabel Bar Bending Schedule berisi diameter, bentuk, panjang, jumlah, dan berat tulangan tiap elemen struktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan besi tulangan dengan metode BBS pada elemen balok adalah 8.110,15 kg dan 12.652,69 kg untuk balok dengan total berat tulangan adalah 20.762,84 kg. Sementara itu, eksisting menghasilkan kebutuhan sebesar 17.865,13 kg. Perbandingan antara eksisting dan BBS adalah Selisih 16,22% yaitu 2.897,71 kg.
No other version available