ETD - UIR

Electronic Thesis and Dissertation

  • Home
  • Information
  • News
  • Help
  • Librarian
  • Member Area
    Member Login Online Registration
  • Select Language :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesian Japanese Malay Persian Russian Thai Turkish Urdu

Search by :

ALL Author Subject NPM Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
Image of ANALISIS TERHADAP PEMBERLAKUAN KEMBALI GARIS BESAR HALUAN NEGARA SEBAGAI PANDUAN PEMBANGUNAN NASIONAL PASCA AMANDEMEN UNDANG-UNDANG DASAR 1945
Bookmark Share

Text

ANALISIS TERHADAP PEMBERLAKUAN KEMBALI GARIS BESAR HALUAN NEGARA SEBAGAI PANDUAN PEMBANGUNAN NASIONAL PASCA AMANDEMEN UNDANG-UNDANG DASAR 1945

AHMAD MALIKI - Personal Name; Ellydar Chaidir - Personal Name;

Penghapusan Garis Besar Haluan Negara (GBHN) dari konstitusi pascareformasi menyebabkan hilangnya arah pembangunan nasional yang sebelumnya ditetapkan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Saat ini, dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) belum sepenuhnya mampu menjawab tantangan pembangunan secara konsisten, terutama akibat pergantian kepemimpinan nasional. Oleh karena itu, gagasan pembentukan kembali GBHN menjadi relevan sebagai dokumen pembangunan nasional jangka panjang. Bersasarkan latar belakang diatas maka rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimanakah urgensi gagasan pemberlakuan kembali Garis Besar Haluan Negara sebagai panduan pembangunan nasional pasca amandemen UUD 1945? dan bagaimanakah implikasi pemberlakuan kembali Garis Besar Haluan Negara terhadap kedudukan Majelis Perwakilan Rakyat dalam sistem ketatanegaraan Indonesia? Penelitian ini merupakan penelitian hukum yuridis normatif yang bertujuan menganalisis urgensi dan implikasi pembentukan kembali GBHN dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Penelitian ini membahas sinkronisasi hukum antara RPJPN dan kemungkinan perumusan kembali GBHN oleh MPR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum perubahan UUD 1945, GBHN memiliki posisi hukum yang kuat sebagai pedoman pembangunan nasional dan alat kontrol terhadap Presiden. Kesimpulannya, pemberlakuan kembali GBHN diperlukan guna menjamin kesinambungan pembangunan nasional, menghindari ego sektoral, serta memperkuat fungsi perencanaan strategis dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Kemudian seluruh visi misi Presiden dan Wakil Presiden wajib menyesuaikan dengan rumusan GBHN sebagai dokumen pembangunan di Indonesia, terhadap kelembagaan MPR, implikasi tersebut hanya berdampak secara fungsional yakni MPR berfungsi sebagai leading sector dalam merumuskan GBHN.


Availability
#
Ilmu Hukum (Pascasarjana) Location name is not set
ETD3995II
Available but not for loan - ETD
Detail Information
Call Number
-
Language
Indonesia
NPM
221021011
Publisher
Ilmu Hukum : Universitas Islam Riau., 2026
Keyword(s)
Kata Kunci: GBHN, Pembangunan Nasional, MPR, Ketat
Other Information
Petugas
Budi Santoso
Other version/related

No other version available

File Attachment
  • Please login to see this attachment
Comments

You must be logged in to post a comment

ETD - UIR
  • Information
  • Services
  • Librarian
  • Member Area

About Us

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject

Keep SLiMS Alive Want to Contribute?

© 2026 — Senayan Developer Community

Powered by SLiMS
Select the topic you are interested in
  • Computer Science, Information & General Works
  • Philosophy & Psychology
  • Religion
  • Social Sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied Sciences
  • Art & Recreation
  • Literature
  • History & Geography
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Advanced Search
Where do you want to share?