Text
Analisis Tingkat Ketahanan Pangan Terhadap Kerentanan Pangan di Provinsi Riau
Ketahanan pangan merupakan isu strategis bagi kesejahteraan masyarakat dan stabilitas ekonomi daerah. Di Provinsi Riau, produksi pangan menurun rata-rata -9,14% per tahun, sementara kebutuhan meningkat 1,27% per tahun. Kondisi tersebut menyebabkan defisit pangan mencapai 319.834 ton pada 2024. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebaran tingkat ketahanan pangan, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi ketahanan pangan, serta merumuskan strategi peningkatan ketahanan pangan di Provinsi Riau. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder. Analisis data menggunakan konsep Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) melalui tiga pilar: ketersediaan, akses, dan pemanfaatan pangan. Analisis faktor-faktor yang memengaruhi ketahanan pangan dilakukan dengan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan software SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketahanan pangan Provinsi Riau pada tahun 2024 berada pada kategori Sangat Tahan Pangan dengan indeks komposit 97,79, namun ketahanannya belum merata di seluruh wilayah. Terdapat disparitas antardaerah, di mana Indragiri Hulu dan terutama Kepulauan Meranti menjadi wilayah dengan ketahanan pangan terendah akibat lemahnya aspek ketersediaan dan akses pangan. Sebaliknya, kota-kota seperti Pekanbaru, Bengkalis, dan Siak menunjukkan capaian yang lebih kuat berkat tingginya nilai pada dimensi akses dan pemanfaatan pangan. Analisis SEM-PLS menunjukkan bahwa ketiga variabel (ketersediaan, akses, dan pemanfaatan pangan) berpengaruh signifikan terhadap ketahanan pangan. Model mampu menjelaskan 86,10% variasi ketahanan pangan, sehingga dapat digunakan sebagai dasar penyusunan strategi. Faktor yang paling berpengaruh terhadap ketahanan pangan adalah dimensi pemanfaatan pangan dengan koefisien 0,546, diikuti ketersediaan pangan (0,313), sementara akses pangan berpengaruh negatif (-0,223). Indikator paling dominan adalah rata-rata lama sekolah perempuan di atas 15 tahun, yang menegaskan pentingnya pendidikan dan literasi gizi dalam memperkuat ketahanan pangan. Strategi peningkatan ketahanan pangan di Provinsi Riau diarahkan pada penguatan pemanfaatan pangan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, disertai upaya peningkatan produksi dan diversifikasi pangan lokal, serta perbaikan akses melalui pembangunan infrastruktur dan peningkatan daya beli masyarakat. Upaya yang terpadu dan berkelanjutan pada ketiga dimensi tersebut menjadi kunci dalam mewujudkan ketahanan pangan yang merata dan berkeadilan di Provinsi Riau.
No other version available