Text
Pengaruh Kecerdasan Emosional Terhadap Manajemen Keuangan Pribadi Pada Gen Z Di Pekanbaru
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kecerdasan emosional terhadap manajemen keuangan pribadi pada generasi Z di kota pekanbaru. Generasi Z nerupakan keliompok usia produktif yang tumbuh di era digital dan memeiliki akses luas terhadap berbagai layanan keuangan digital. Kondisi tersebut seringkali mempengaruhi perilaku keuangan mereka, seperti kecenderungan konsumtif, penggunaan layanan pay later, serta rendahnya perencanaan keuangan. Dalam konteks ini, kecerdasan emosioanal dipandang sebagai faktor psikologis yang dapat mempengaruhi kemampuan individu dalam mengelola keuangan secara rasional dan bertanggung jawab. Kecerdasan emosional dalam penelitian ini mengacu pada konsep yang dikemukakan oleh Daniel Goleman yang meliputi kesadaran diri, pengaturan diri, motivasi, dan lingkungan sosial. Metode penelitian yang digunakan Adalah metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif.; populasi penelitian Adalah Generasi Z di kota Pekanbaru dengan jumlah sampel 30 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, wawancara, observasi, dokumentasi. Variable kecerdasan emosional diukur melalaui empat indikator yaitu Kesadaran Diri, Pengaturan Diri, Motivasi, Lingkungan Sosial. Sedangkan manajemen keuangan pribadi diukur melalui tiga indikator yaitu literasi keuangan, perlaku keuangan, dan kondisi ekonomi. Analisis data dilakukan menggunakan analisis linear sederhana dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara deskriptif kecerdasan emosional Generasi Z di Pekanbaru berada pada kategori cukup baik, sedangkan manajemen keuangan pribadi berada pada kategori baik. Namun, hasil analisis regresi menunjukkan bahwa kecerdasan emosional tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap manajemen keuangan pribadi Generasi Z di Kota Pekanbaru. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan dalam mengelola keuangan pribadi tidak hanya dipengaruhi oleh faktor emosional, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti literasi keuangan, pendapatan, gaya hidup, dan lingkungan sosial.Dengan demikian, penelitian ini memberikan implikasi bahwa peningkatan kemampuan pengelolaan keuangan pada generasi muda tidak hanya memerlukan penguatan aspek emosional, tetapi juga perlu didukung oleh peningkatan literasi keuangan serta edukasi mengenai perencanaan keuangan yang lebih komprehensif.
No other version available