Text
Analisis Usahatani dan Pemasaran Semangka di Gapoktan Tuah Sakato Desa Kubang Jaya Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar Provinsi Riau
Ade Irawati Br Sidabutar (194210038). Analisis Usahatani dan Pemasaran Semangka di Gapoktan Tuah Sakato Desa Kubang Jaya Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar Provinsi Riau. Bimbingan Ibu Assoc. Prof .Dr.Ir. Septina Elida, M.Si Semangka merupakan salah satu tanaman buah-buahan yang sangat diminati oleh masyarakat, karena buah semangka dapat dinikmati secara langsung dan tidak rumit jika akan diolah untuk mendapatkan cita rasa segar yang lebih nikmat, namun permasalahan muncul dengan minat masyarakat yang tinggidan petani kurang berminat untuk membudidayakan semangka karena harga jual cenderung rendah dan susahnya akses terhadap bibit unggul. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: 1) Karakteristik petani dan lembaga pemasaran; 2) Usahatani semangka; 3) Sistem pemasaran semangka di Gapoktan Tuah Sakato. Penelitian menggunakan metode survei dilakukan selama 6 bulan mulai bulan Oktober 2025 hingga Maret 2026. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Analisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian, Karakterisktik petani semangka rata-rata umur anggota masuk ke dalam kelompok umur produktif (38 tahun), tingkat pendidikan masih rendah 9,27 tahun (SMP), pengelola sudah berpengalaman 7 tahun, jumlah tanggungan keluarga rata-rata 3 jiwa. Teknologi yang diterapkan petani sudah sesuai dengan teori, termasuk penggunaan faktor produksi sudah sesuai. Biaya produksi usahatani semangka di Desa Kubang Jaya diperoleh sebesar Rp 25.625.331/M2/MT, pendapatan kotor diperoleh sebesar Rp 79.062.500/M2/MT, sedangkan pendapatan bersih diperoleh sebesar Rp 53.437.169/M2/MT, dan diperoleh RCR (Revenue Cost Ratio) sebesar 3,12, artinya usahatani semangka di Desa Kubang Jaya menguntungkan dan layak diusahakan. Petani semangka di desa kubang Jaya memasarkan semangka pada satu saluran saja yaitu petani ke pedagang pengumpul kemudian ke Pedagang Pengecer, fungsi pemasaran yang dilakukan petani hanya penjualan, penyimpanan, penanggung resiko, dan informasi pasar. Pedagang pengumpul melakukan fungsi pemasaran pembelian, penjualan, penyimpanan, pengangkutan, penanggung resiko, permodalan, dan informasi pasar. Pedagang Pengecer melakukan fungsi pemasaran pembelian, penjualan, penyimpanan, pengangkutan, penanggung resiko, permodalan, dan informasi pasar. Biaya pemasaran yang dikeluarkan pedangang pengumpul sebesar Rp 500/kg dengan marjin pemasarannya Rp 1.000/kg, dan keuntungan pemasaran sebesar Rp 500/kg serta efisiensi pemasaran 1,00%. Biaya pemasaran yang dikeluarkan pedangang pasar sebesar Rp 200/kg dengan marjin pemasarannya Rp 4.000 /kg, keuntungan pemasaran sebesar Rp 3.800/kg, dan efisiensi pemasaran 19,00%, sementara nilai Farmer’s share adalah 50%.
No other version available