Text
IMPLEMENTASI LAYANAN PENDIDIKAN IKLUSI : STUDI KASUS DI SEKOLAH PAUD/TK IT BUNAYYA PEKANBARU
Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) merupakan anak yang memiliki keadaan berbeda dari anak pada umumnya seperti cacat fisik, kelainan mental, dan emosional. Menurut Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 1 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor.70 tahun 2009 tentang Pendidikan Inklusif. Salah satu layanan pendidikan untuk Anak Berkebutuhan Khusus, yaitu pendidikan inklusi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi layanan pendidikan inklusi di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Jumlah responden dari penelitian ini berjumlah 3 responden, terdiri dari Kepala Sekolah, Wali kelas reguler, dan Wali kelas yang memiliki ABK. Subjek penelitian diambil menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan layanan pendidikan inklusi di PAUD telah diupayakan melalui penerapan kurikulum yang fleksibel, adaptasi pembelajaran, serta pemberian layanan pendampingan bagi anak berkebutuhan khusus. Guru berperan penting dalam mengidentifikasi kebutuhan anak, merancang Diferensiasi Pembelajaran, serta menjalin kolaborasi dengan orang tua dan tenaga profesional. Namun demikian, implementasi layanan inklusi masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan kompetensi guru dalam pendidikan inklusif, sarana prasarana yang belum optimal, serta minimnya dukungan dari tenaga ahli pendamping. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa layanan pendidikan inklusi di PAUD dapat berjalan efektif apabila didukung oleh kompetensi guru, lingkungan belajar yang ramah anak, serta kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan pihak terkait. Rekomendasi yang diajukan meliputi peningkatan kapasitas guru melalui pelatihan berkelanjutan, penyediaan sarana pendukung, serta penguatan kemitraan dengan orang tua dan ahli terkait.
No other version available