Text
Analisis Jaringan Perpipaan Dari Lapangan A Menuju Lapangan B Dikarenakan Isu High Pressure Menggunakan Simulator Pipesim
Permasalahan tekanan tinggi (high pressure) pada jaringan perpipaan produksi minyak merupakan salah satu tantangan utama dalam menjaga keselamatan dan keberlanjutan operasi fasilitas produksi. Salah satu penyebab terjadinya tekanan tinggi adalah fenomena congeal yang mengakibatkan penyempitan diameter efektif pipa sehingga meningkatkan hambatan aliran. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi tekanan pada jaringan perpipaan dari Lapangan A menuju fasilitas penyerahan produksi, mengidentifikasi titik-titik yang mengalami high pressure, serta menentukan solusi operasional yang efektif untuk menurunkan tekanan tanpa penurunan laju produksi yang signifikan. Metode penelitian yang digunakan meliputi pengumpulan data primer melalui observasi lapangan dan wawancara, serta data sekunder berupa data produksi, spesifikasi pipa, karakteristik fluida, dan hasil simulasi menggunakan perangkat lunak PIPESIM. Simulasi dilakukan pada kondisi normal (pipa baru diameter 24 inch) dan kondisi congeal. Selanjutnya dilakukan analisis sensitivitas dengan memvariasikan tekanan inlet untuk mengetahui pengaruhnya terhadap tekanan maksimum sistem dan laju alir produksi. Hasil simulasi menunjukkan bahwa pada kondisi pipa baru, tekanan inlet sebesar 145 psi menghasilkan tekanan maksimum sistem sekitar 193.78 psi dan tidak teridentifikasi kondisi high pressure. Sebaliknya, pada kondisi congeal, tekanan inlet meningkat hingga 321.27 psi dengan tekanan maksimum mencapai sekitar 330 psi, yang mengindikasikan terjadinya tekanan tinggi pada jaringan perpipaan. Upaya pengendalian tekanan inlet terbukti efektif dalam menurunkan tekanan maksimum sistem. Penurunan tekanan inlet hingga 260 psi mampu menurunkan tekanan maksimum menjadi sekitar 273 psi dengan laju produksi masih terjaga sebesar 2902.6 STB/d atau sekitar 80.6% dari kondisi awal. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengendalian tekanan inlet merupakan solusi operasional yang optimal untuk mengatasi permasalahan high pressure akibat congeal tanpa memerlukan perubahan fisik jaringan perpipaan. Pendekatan ini dapat dijadikan acuan dalam pengelolaan tekanan pada sistem penyaluran minyak guna meningkatkan keselamatan dan efisiensi operasi produksi.
No other version available