Text
IMPLEMENTASI PENGAWASAN DINAS LINGKUNGAN HIDUP TERHADAP PENGELOLAAN LIMBAH KELAPA SAWIT DI KABUPATEN ROKAN HULU
Kabupaten Rokan Hulu adalah salah satu kabupaten yang terletak di Provinsi Riau dan dikenal sebagai wilayah yang memiliki potensi besar di sektor perkebunan dan industri kelapa sawit. Pertumbuhan industri kelapa sawit di Kabupaten Rokan Hulu memunculkan persoalan lingkungan, khususnya dalam pengelolaan limbah hasil produksi. Penelitian ini berfokus untuk mengetahui dan menganalisa implementasi pengawasan yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rokan Hulu terhadap pengelolaan limbah kelapa sawit, sekaligus mengidentifikasi hambatan yang dihadapi DLH dalam pelaksanaan pengawasan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Populasi dan sampel penelitian ini meliputi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rokan Hulu, Kelompok Jabatan Fungsional Pengendalian Pencemaran Lingkungan Hidup, lima Kepala Pabrik kelapa sawit, serta masyarakat di sekitar lokasi kegiatan usaha. Sampel penelitian terdiri dari 1 Kepala Dinas, 1 pejabat fungsional, 5 Kepala Pabrik yang dipilih secara purposive sampling, dan 10 masyarakat yang dipilih secara random sampling, dengan total 17 responden. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan empat indikator penilaian pengawasan yaitu Standar Pelaksanaan Pengawasan, Ukuran Pelaksanaan Pengawasan, Menilai Pelaksanaan Pengawasan dan Melakukan Perbaikan. Dari hasil penelitian implementasi pengawasan pengelolaan limbah kelapa sawit oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rokan Hulu telah disusun sesuai peraturan, pedoman teknis, dan SOP, serta dilaksanakan secara sistematis dan berbasis data. Pengawasan mencakup pemeriksaan dokumen izin lingkungan, kondisi operasional IPAL, dan hasil uji laboratorium, dengan tindak lanjut mulai dari pembinaan hingga sanksi administratif sesuai tingkat pelanggaran. Kendala utama adalah keterbatasan SDM akibat kekosongan PPLHD, serta minimnya sarana dan anggaran, sehingga pemeriksaan rutin belum optimal.
No other version available