Text
SELF-HARM PADA MAHASISWA YANG MEMILIKI ORANG TUA TUNGGAL
Fenomena perilaku self-harm pada mahasiswa yang memiliki orang tua tunggal menjadi perhatian karena tindakan melukai diri sendiri secara sengaja, seperti mengiris, melukai kulit, atau memukul bagian tubuh tertentu, sering muncul sebagai respons terhadap tekanan psikologis. Penelitian ini bertujuan memahami pengalaman tersebut dengan melibatkan dua orang informan menggunakan pendekatan kualitatif metode fenomenologi berdasarkan aspek emosional, kognitif, sosial, dan perilaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-harm pada kedua informan merupakan ekspresi pengalaman emosional kompleks akibat ketidakmampuan mengelola tekanan secara adaptif. Secara umum, self-harm dimaknai sebagai cara memperoleh kelegaan sementara, sehingga temuan ini menegaskan pentingnya dukungan psikologis adaptif bagi mahasiswa dengan latar belakang orang tua tunggal
No other version available