Text
Tantangan Guru dalam Menerapkan Asesmen Pembelajaran Mendalam dalam Pengajaran Bahasa Indonesia di SMP YLPI Perhentian Marpoyan, Pekanbaru
Penelitian ini dimotivasi oleh adanya berbagai tantangan dalam menerapkan asesmen pembelajaran mendalam dalam pembelajaran bahasa Indonesia dalam Kurikulum Merdeka di tingkat SMP. Asesmen dalam Kurikulum Merdeka menekankan tidak hanya hasil belajar tetapi juga asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif yang dilakukan secara berkelanjutan sepanjang proses pembelajaran. Namun, dalam praktiknya, guru masih menghadapi berbagai kendala dalam tahap perencanaan, pelaksanaan, dan tindak lanjut asesmen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan permasalahan yang dihadapi guru dalam menerapkan asesmen pembelajaran mendalam dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMP YLPI Perhentian Marpoyan Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara mendalam dengan guru bahasa Indonesia di SMP YLPI Perhentian Marpoyan Pekanbaru. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Validitas data dipastikan melalui triangulasi sumber dan observasi berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru mengalami beberapa tantangan dalam menerapkan asesmen pembelajaran. Pada tahap perencanaan, guru menghadapi kesulitan dalam alokasi waktu, pengembangan instrumen asesmen, dan penentuan rubrik asesmen serta kriteria pencapaian belajar. Selama implementasi, ukuran kelas yang besar dan waktu pembelajaran yang terbatas menghambat guru dalam melakukan observasi, memberikan umpan balik, dan menerapkan penilaian autentik secara efektif. Pada tahap tindak lanjut, guru mengalami kesulitan dalam menganalisis hasil penilaian, melaksanakan program remedial dan pengayaan, serta membangun koordinasi dengan orang tua dan guru lain terkait hasil belajar siswa. Studi ini menyimpulkan bahwa implementasi penilaian pembelajaran mendalam dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMP YLPI Perhentian Marpoyan Pekanbaru belum sepenuhnya optimal karena kendala terkait manajemen waktu, tuntutan administratif, kondisi kelas, dan pelatihan serta dukungan kolaboratif yang terbatas. Oleh karena itu, penguatan program pelatihan penilaian, peningkatan dukungan sekolah, dan peningkatan kolaborasi antar guru diperlukan untuk meningkatkan efektivitas implementasi penilaian dalam Kurikulum Merdeka dan mengakomodasi kebutuhan belajar siswa dengan lebih baik.
No other version available