ETD - UIR

Electronic Thesis and Dissertation

  • Home
  • Information
  • News
  • Help
  • Librarian
  • Member Area
    Member Login Online Registration
  • Select Language :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesian Japanese Malay Persian Russian Thai Turkish Urdu

Search by :

ALL Author Subject NPM Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Tinjauan yuridis terhadap hak asuh anak dibawah umur 12 tahun kepada Ayah atas putusan (studi putusan NO 781/Pdt.G/2025/PA.Pbr.)
Bookmark Share

Text

Tinjauan yuridis terhadap hak asuh anak dibawah umur 12 tahun kepada Ayah atas putusan (studi putusan NO 781/Pdt.G/2025/PA.Pbr.)

NURMALA GUSPITA SARI - Personal Name; Monika Melina - Personal Name;

Pada Pasal 105 KHI (Kompilasi Hukum Islam) dalam hal perceraian, pemeliharaan pada anak yang belum termasuk mumayyiz atau yang belum berumur 12 tahun adalah hak milik ibu kandungnya. Rumusan masalah ialah apakah yang menjadi faktor terhadap hak asuh anak di bawah umur 12 dan bagaimana kendala yang di hadapi oleh hakim dalam mempertimbangkan hak asuh anak dalam Putusan No 781/Pdt.G/2025/PA.Pbr dalam perkara perceraian kumulasi hadhonah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis empiris. Kesimpulan dalam penelitian ini ialah Terjadinya perceraian di antara kedua belah pihak mengakibatkan anak menjadi terlantar dan pengugat dalam Putusan Nomor 781/PDT.G/2025/PA.Pbr sehingga anak yang belum Mumayyiz atau belum berumur 12 tahun di berikan hak asuh kepada ayahnya dikarenakan beberapa faktor di bawah ini a. Ibu atau pihak tergugat berperilaku buruk, b. Ibu atau tergugat menelantarkan, c. Ayah atau penggugat merupakan ayah yang bertanggung jawab, d. Berdasarkan keterangan dari anak penggugat dan tergugat anak pertama dan anak kedua memilih untuk tinggal dan berada di bawah pengampuan ayahnya. Secara yuridis, kendala utama terletak pada keterbatasan alat bukti yang diajukan para pihak serta sifat pembuktian yang cenderung subjektif, Dari sisi non-yuridis, hakim juga menghadapi kendala berupa konflik kepentingan antara para pihak yang saling mempertahankan hak asuh, keterbatasan waktu pemeriksaan perkara, serta minimnya dukungan dari tenaga ahli seperti psikolog anak. Kondisi ini menyebabkan hakim harus menggunakan penilaian subjektif berdasarkan keyakinannya dalam menentukan pihak yang paling layak mengasuh anak. Dalam penelitian ini kesimpulan diambil dengan cara induktif. Kata Kunci: Haddonah, KHI, Perceraian ?


Availability
#
Ilmu Hukum (FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS ISLAM RIAU) Hukum 341.48 Nur t
ETD6077II
Available but not for loan - ETD
Detail Information
Call Number
Hukum 341.48 Nur t
Language
Indonesia
NPM
221010310
Publisher
Ilmu Hukum : Universitas Islam Riau., 2026
Keyword(s)
perceraian
KHI
Haddonah
Other Information
Petugas
Ayu Agustina
Other version/related

No other version available

File Attachment
  • Please login to see this attachment
Comments

You must be logged in to post a comment

ETD - UIR
  • Information
  • Services
  • Librarian
  • Member Area

About Us

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject

Keep SLiMS Alive Want to Contribute?

© 2026 — Senayan Developer Community

Powered by SLiMS
Select the topic you are interested in
  • Computer Science, Information & General Works
  • Philosophy & Psychology
  • Religion
  • Social Sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied Sciences
  • Art & Recreation
  • Literature
  • History & Geography
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Advanced Search
Where do you want to share?