Text
ANALISIS PERBANDINGAN METODE FAST TRACK MENGGUNAKAN MS. PROJECT TERHADAP METODE KONVENSIONAL (Studi kasus: Proyek Rehabilitasi Dan Peningkatan Jaringan Rawa D.I.R Lenggadai - Teluk Pulau Kab. Rokan Hilir)
Proyek konstruksi merupakan kegiatan yang dibatasi oleh biaya, mutu, dan waktu (triple constraint), sehingga memerlukan penjadwalan yang tepat agar pelaksanaan dapat berjalan sesuai rencana. Keterlambatan (delay) yang terjadi akibat kendala teknis maupun non-teknis di lapangan mendorong perlunya metode penjadwalan yang lebih efisien. Metode konvensional yang selama ini digunakan dinilai memiliki keterbatasan dalam menggambarkan keterkaitan antar kegiatan secara detail, sehingga metode fast track digunakan sebagai alternatif percepatan dengan cara menyusun ulang hubungan antar aktivitas agar pekerjaan-pekerjaan kritis dapat dilaksanakan sesuai dengan durasi percepatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan kritis serta membandingkan efisiensi pekerjaan menggunakan metode konvensional dan metode fast track dalam mengurangi durasi pelaksanaan proyek. Penelitian ini menggunakan dua metode penjadwalan yang dibandingkan, yaitu metode konvensional berbasis bar chart dan kurva S, serta metode fast track yang berbasis PDM dengan bantuan perangkat lunak Ms. Project. Pengumpulan data pada penelitian ini berupa data primer yaitu Time Schedule realisasi, laporan harian, dan laporan mingguan proyek. Penerapan metode fast track dilakukan dengan mengubah hubungan antar kegiatan pada lintasan kritis dari Finish to Start (FS) menjadi Start to Start (SS), sehingga pekerjaan-pekerjaan kritis dapat dilaksanakan secara paralel dengan penyusunan ulang logika antar aktivitas guna mempersingkat durasi pelaksanaan proyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Metode Fast Track pada kegiatan kritis yang meliputi Pekerjaan Persiapan, Mobilisasi, Peningkatan Saluran Navigasi, Peningkatan Saluran Sekunder, Pembuatan Bangunan Air Tingkat Primer (2 unit), Pembuatan Nomenklatur Bangunan dan Demobilisasi, dapat mempersingkat durasi pelaksanaan proyek dari 178 hari menjadi 164 hari, sehingga diperoleh penghematan waktu sebesar 14 hari atau 7,87% dari durasi realisasi awal.
No other version available