Text
hubungan Antara Belas Kasih Diri dan Resiliensi Pada Guru SMA Swasta Di Kota Pekanbaru
Resiliensi merupakan kemampuan individu untuk beradaptasi, bangkit kembali, dan mempertahankan fungsi yang optimal ketika menghadapi berbagai tekanan, tantangan, dan kesulitan. Salah satu faktor psikologis yang diyakini berkontribusi terhadap resiliensi adalah belas kasih diri (self-compassion), yaitu kemampuan individu untuk memperlakukan dirinya sendiri dengan kebaikan, penerimaan, dan pengertian ketika mengalami kegagalan atau situasi yang sulit. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara belas kasih diri dan resiliensi pada guru SMA swasta di Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 263 guru SMA swasta di Kota Pekanbaru. Data dikumpulkan menggunakan Skala Belas Kasih Diri berdasarkan teori Neff (2003) dan Skala Resiliensi berdasarkan teori Connor dan Davidson (2003). Data dianalisis menggunakan program IBM SPSS Statistics versi 22. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara belas kasih diri dan resiliensi (r = 0,311; p < 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa guru yang memiliki tingkat belas kasih diri yang lebih tinggi cenderung memiliki tingkat resiliensi yang lebih tinggi. Sebaliknya, tingkat belas kasih diri yang lebih rendah berkaitan dengan tingkat resiliensi yang lebih rendah. Penelitian ini menunjukkan bahwa belas kasih diri merupakan salah satu faktor psikologis yang mendukung kemampuan guru dalam menghadapi tekanan kerja, beradaptasi dengan berbagai tantangan profesi, serta mempertahankan kesejahteraan psikologis selama menjalankan tugas profesionalnya.
No other version available