Text
Pengalaman Pengasuhan Fatherless Bagi Laki-laki Dewasa Awal
Fenomena fatherless merupakan kondisi ketika individu tumbuh tanpa keterlibatan figur ayah, baik secara fisik maupun emosional, yang dapat memengaruhi perkembangan psikososial hingga masa dewasa awal. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman pengasuhan tanpa figur ayah dan maknanya bagi laki-laki dewasa awal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Partisipan penelitian terdiri dari dua orang laki-laki dewasa awal berusia 21–22 tahun yang memiliki pengalaman tumbuh tanpa keterlibatan ayah. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua partisipan mengalami fatherless secara emosional dan psikologis, yang berdampak pada kesulitan dalam mengekspresikan emosi, membangun hubungan interpersonal, meningkatkan kepercayaan diri, serta memahami peran maskulinitas. Meskipun demikian, pengalaman tersebut juga dimaknai sebagai pembelajaran yang mendorong mereka untuk berkembang, membangun hubungan sosial yang lebih baik, dan berkomitmen menjadi figur ayah yang lebih baik di masa depan. Penelitian ini menegaskan bahwa kehadiran ayah, baik secara fisik maupun emosional, memiliki peran penting dalam perkembangan psikologis laki-laki dewasa awal.
No other version available