Text
Intensi Ketidakjujuran Akademik pada Mahasiswa Perguruan Tinggi X di Riau: Telaah Berdasarkan Theory of Planned Behaviour
ABSTRAK Fenomena ketidakjujuran akademik di perguruan tinggi telah menjadi epidemi yang mengkhawatirkan, merujuk pada data SPI Pendidikan 2024. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi faktor-faktor yang mendasari intensi mahasiswa dalam melakukan ketidakjujuran akademik menggunakan kerangka Theory of Planned Behaviour (TPB). Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek penelitian terdiri dari tiga mahasiswa aktif di Perguruan Tinggi X, Riau, yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi non-partisipan, lalu dianalisis menggunakan teknik spiral analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensi ketidakjujuran akademik, seperti menyontek, plagiarisme, dan penggunaan joki, terbentuk dari interaksi komponen TPB. Secara kognitif, mahasiswa memiliki sikap pragmatis yang memprioritaskan nilai (IPK) di atas integritas proses. Norma subjektif berupa pengaruh kuat teman sebaya dan budaya permisif di kampus memperkuat niat tersebut. Selain itu, kendali perilaku yang dirasakan meningkat karena lemahnya pengawasan institusional dan kemudahan akses teknologi. Penelitian ini menyimpulkan adanya disorientasi tujuan pendidikan yang menyebabkan normalisasi ketidakjujuran akademik demi pencapaian administratif semata.
No other version available