Text
STUDI AWAL POTENSI SAPONIN DARI EKSTRAK DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) SEBAGAI SURFAKTAN ALTERNATIF ENHANCED OIL RECOVERY
Produksi minyak bumi yang terus menurun akibat bertambahnya umur lapangan menyebabkan perlunya penerapan metode Enhanced Oil Recovery (EOR) untuk meningkatkan perolehan minyak. Salah satu metode EOR yang banyak digunakan adalah injeksi surfaktan, namun penggunaan surfaktan sintetis memiliki biaya tinggi dan kurang ramah lingkungan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengkaji potensi ekstrak saponin daun kelor (Moringa oleifera) sebagai surfaktan alami alternatif untuk aplikasi EOR. Penelitian dilakukan melalui eksperimen laboratorium dengan pengujian densitas, viskositas, pH, dan kompatibilitas ekstrak saponin terhadap brine water salinitas 15.000 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larutan surfaktan memiliki densitas berkisar 1,0296–1,0356 g/mL dan viskositas 2,0125–2,6168 cSt, yang menunjukkan perubahan sifat fisik relatif kecil dan karakteristik alir yang baik. Nilai pH sebesar 4,54 mengindikasikan larutan bersifat asam lemah sehingga masih memerlukan optimasi untuk aplikasi lapangan. Pengujian kompatibilitas menunjukkan tidak terjadi pemisahan fasa selama 10 hari pengamatan, namun terbentuk endapan sejak hari pertama hingga akhir pengamatan yang mengindikasikan masih adanya komponen ekstrak yang belum larut sempurna. Berdasarkan hasil tersebut, ekstrak saponin daun kelor memiliki potensi sebagai kandidat surfaktan alami untuk EOR pada tahap preliminary screening. Namun, diperlukan proses pemurnian ekstrak, optimasi formulasi, serta pengujian lanjutan seperti interfacial tension (IFT), wettability, adsorpsi batuan, stabilitas termal, dan core flooding sebelum dapat diaplikasikan pada skala lapangan.
No other version available