Text
Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Melalui Kegiatan Meronce Menggunakan Pelepah Pisang Pada Peserta DIdik Kelas B TK MAWAR PUTIH Di Kampung Teluk Batul Kecamatan Sungai Apit
penelitian ini melatarbelakangi rendahnya kemampuan motorik halus peserta didik Kelas B di TK Mawar Putih, di mana anak masih kaku dalam melakukan jepitan jari (pincer grasp), kurang teliti, dan memiliki kontrol visual-motorik yang belum stabil akibat media pembelajaran yang monoton. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan motorik halus anak melalui inovasi kegiatan meronce menggunakan media bahan alam pelepah pisang. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus menggunakan model Kemmis dan McTaggart. Subjek penelitian berjumlah 10 peserta didik (4 laki-laki dan 6 perempuan). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, unjuk kerja, dokumentasi, dan wawancara sederhana. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif (persentase ketuntasan klasikal) dan kualitatif model mengalir. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan motorik halus anak secara signifikan pada setiap tahapan. Pada kondisi Pra-Siklus, tingkat ketuntasan klasikal anak hanya mencapai 40%. Setelah diberikan tindakan pada Siklus I menggunakan pelepah pisang ukuran besar (2–3 cm) tanpa pola rumit, ketuntasan klasikal meningkat menjadi 70%. Pada Siklus II, melalui modifikasi media pelepah pisang ukuran mikro (1 cm) yang diwarnai cerah serta menggunakan benang tipis dengan aturan pola warna selang-seling, ketuntasan klasikal berhasil melesat sempurna mencapai 100%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kegiatan meronce menggunakan media pelepah pisang terbukti secara valid dan efektif dapat meningkatkan kemampuan motorik halus serta kesiapan pra-menulis peserta didik Kelas B TK Mawar Putih.
No other version available