Text
Upaya Peningkatan Kreativitas Melalui Media Bahan Bekas Pada Anak Kelompok B Taman Kanak-Kanak Ar Rahman Desa Tanjung Balai Kecamatan Serasan Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau
Kreativitas merupakan salah satu aspek perkembangan yang penting dikembangkan pada anak usia dini karena berperan dalam kemampuan anak untuk menghasilkan ide, memecahkan masalah, berimajinasi, dan menciptakan karya baru. Berdasarkan hasil observasi awal di TK Ar Rahman Desa Tanjung Balau Kecamatan Serasan Kabupaten Natuna, kreativitas anak kelompok B masih rendah. Anak cenderung meniru contoh yang diberikan guru, kurang mampu mengembangkan ide, dan belum berani menghasilkan karya yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas anak melalui pemanfaatan media bahan bekas. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 18 anak kelompok B TK Ar Rahman Desa Tanjung Balau Kecamatan Serasan Kabupaten Natuna yang terdiri dari 9 anak laki-laki dan 9 anak perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Instrumen penelitian berupa lembar observasi kreativitas anak yang mencakup delapan indikator, yaitu menghasilkan banyak ide, banyak jawaban, variasi ide, berpindah cara, ide unik, karya berbeda, mengembangkan ide, dan memperinci karya. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif dengan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kreativitas anak mengalami peningkatan pada setiap siklus. Pada tahap pra siklus, rata-rata kreativitas anak mencapai 34,4% dengan kategori Belum Berkembang (BB). Setelah diberikan tindakan pada Siklus I melalui kegiatan kolase sederhana dari kertas bekas, membuat mainan sederhana dari botol bekas, dan menyusun bentuk dari kardus bekas, kreativitas anak meningkat menjadi 56,4% dengan kategori Mulai Berkembang (MB). Selanjutnya, pada Siklus II melalui kegiatan membuat karya bebas dari campuran bahan bekas, membuat produk fungsional dari bahan bekas, dan pameran mini karya anak, kreativitas anak meningkat menjadi 76% dengan kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH). Dengan demikian, terjadi peningkatan sebesar 41,6% dari pra siklus ke Siklus II.Media bahan bekas memberikan kesempatan kepada anak untuk bereksplorasi, berimajinasi, mengembangkan ide, serta menghasilkan karya yang kreatif dan bervariasi. Oleh karena itu, media bahan bekas dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif media pembelajaran dalam mengembangkan kreativitas anak usia dini.
No other version available