Text
upaya guru pendidikan agama islam dalam mengembangkan kecerdasan emosional pada peserta didik di smkn pertanian terpadu pekanbaru
Penelitian ini dilatarbelakangi adanya persoalan pada kecerdasan emosional peserta didik di SMKN Pertanian Terpadu Pekanbaru. Kecerdasan emosional merupakan fondasi dalam mengelola emosi, membangun hubungan sosial yang sehat, serta menghadapi tantangan kehidupan. Di era globalisasi, kecerdasan emosional semakin terdesak oleh pengaruh negatif, sehingga upaya guru Pendidikan Agama Islam menjadi semakin krusial. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apa saja upaya guru PAI dalam mengembangkan kecerdasan emosional pada peserta didik di SMKN Pertanian Terpadu Pekanbaru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari guru PAI dan peserta didik. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya guru PAI dalam mengembangkan kecerdasan emosional peserta didik dilakukan melalui lima aspek yang saling terkait. Pertama, mendidik, yaitu menyampaikan pemahaman tentang kecerdasan emosional melalui metode refleksi, jurnal harian, dan kisah inspiratif. Kedua, memberi teladan, di mana guru menunjukkan sikap disiplin, kepekaan sosial, dan empati. Ketiga, memotivasi, melalui sistem reward, pengakuan sosial, dan kontrak belajar untuk membangun motivasi internal siswa. Keempat, membimbing, melalui interaksi langsung, kelompok mentoring, dan media alternatif seperti kotak curhat anonim. Kelima, mengontrol dan mengevaluasi, melalui observasi, angket teman sebaya, serta buku monitoring ibadah untuk mengetahui perkembangan kecerdasan emosional siswa secara berkelanjutan.
No other version available