Text
Analisis Usahatani dan Pemasaran Jagung Manis di Kelurahan Maharatu Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru Provinsi Riau
Kelurahan Maharatu Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru merupakan salah satu daerah pengembangan usahatani jagung manis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) karakteristik petani dan pedagang jagung manis serta profil usahatani; (2) penggunaan faktor produksi, biaya, produksi, pendapatan, dan efisiensi usahatani jagung manis; dan (3) saluran dan lembaga pemasaran, biaya, margin, keuntungan, efisiensi pemasaran, serta farmer's share. Penelitian ini menggunakan metode survei yang dilaksanakan di Kelurahan Maharatu, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru pada Januari hingga Juni 2026. Pengambilan responden dilakukan secara sensus terhadap 25 petani, 2 pedagang pengumpul, dan 6 pedagang pengecer. Data yang digunakan terdiri dari data primer dan data sekunder yang dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) petani dan pedagang jagung manis seluruhnya berada pada usia produktif, dengan rata-rata umur petani 46,28 tahun, pedagang pengumpul 47,5 tahun, dan pedagang pengecer 43,3 tahun. Tingkat pendidikan didominasi SMA dengan rata-rata pengalaman usaha masing- masing 14,5 tahun, 6 tahun, dan 4,8 tahun. Usahatani jagung manis telah berkembang sebagai salah satu sumber pendapatan masyarakat dengan dukungan modal yang berasal dari dana pribadi petani; (2) usahatani jagung manis menghasilkan rata-rata produksi sebesar 6.802,00 kg per musim tanam dengan total biaya produksi Rp 11.117.799, pendapatan bersih Rp 28.197.761, dan nilai R/C ratio sebesar 3,54 yang menunjukkan bahwa usahatani jagung manis layak dan menguntungkan untuk diusahakan; dan (3) terdapat dua saluran pemasaran, yaitu Saluran I (petani-pedagang pengecer-konsumen) dan Saluran II (petani-pedagang pengumpul-pedagang pengecer-konsumen). Saluran I memiliki biaya pemasaran Rp411,00/Kg, margin pemasaran Rp2.667,00/Kg, keuntungan pemasaran Rp2.256,00/Kg, efisiensi pemasaran 4,84%, dan farmer's share 68,63%, sedangkan Saluran II memiliki biaya pemasaran Rp961,00/Kg, margin pemasaran Rp2.750,00/Kg, keuntungan pemasaran Rp1.289,00/Kg, efisiensi pemasaran 11,31%, dan farmer's share 67,65%, sehingga Saluran I lebih efisien dan lebih menguntungkan bagi petani dibandingkan Saluran II.
No other version available