Text
Pengaruh Respon Penyinaran Terhadap Eksplan Tanaman Anggrek (Dendrobium Oharano) Dengan Hormon Naa (Naphthalene Acetic Acid) Secara Kultur Jaringan Sebagai Alternatif Media Pembelajaran Berbasis Video (Aplikasi Capcut) Pada Mata Kuliah Kultur Jaringan Di Universitas Islam Riau.
Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk mengetahui pengaruh respon penyinaran dan hormon NAA (Naphthalene Acetic Acid) terhadap eksplan anggrek (Dendrobium oharano) dan untuk mengetahui kevalidan video kultur jaringan tanaman anggrek (Dendrobium oharano) penggunaan eksplan daun dengan pengaruh respon penyinaran dan hormon NAA (Naphthalene Acetic Acid) yang telah dikembangkan. Penelitian kultur jaringan menggunangan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 tahap, termasuk NAA, dan 1 kontrol (tanpa NAA). Hasil penelitian pada tahap kultur jaringan menunjukan bahwa pengaruh penyinaran dan hormon NAA non signifikan terhadap eksplan yang hidup, signifikan terhadap persentase membentuk tunas, jumlah tunas, persentase membentuk akar dan jumlah akar. Kemudian penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan ADDIE memiliki tiga tahapan yaitu Analisis (Analysis), Perancangan (Design), dan Pengembangan (Development). Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah berupa lembar validasi dan angket respon dosen dan mahasiswa yang sudah divalidasi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian adalah random sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan lembar validasi dan angket. Hasil validasi oleh ahli materi menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan mendapatkan rata-rata persentase 100% (sangat valid). Hasil validasi oleh ahli media pembelajaran menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan mendapatkan rata-rata persentase 96,25% (sangat valid). Media pembelajaran yang dikembangkan ini mendapat tanggapan baik dari dosen dengan rata-rata persentase 84,58% (baik). Sehingga dari keseluruhan penilaian yang didapatkan persentase rata-rata dari seluruh validator sebesar 91,83% dengan tingkat kevalidan sangat valid dan dapat dinyatakan bahwa media pembelajaran berbasis video kultur yang dikembangkan sangat valid digunakan dalam pembelajaran.
No other version available