Text
Analisis Usaha Agroindustri dan Pemasyaran Minyak Serai Wangi(Usaha Marsono) di Desa Siabu Kecamatan Salo Kabupaten Kampar Provinsi Riau
Tanaman serai wangi merupakan salah satu komoditi pertanian yang sangat
prospektif namun memiliki harga jual yang rendah. Dalam meningkatkan nilai
jual maka harus dilakukan proses penyulingan daun serai wangi menjadi minyak
serai wangi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: 1) Karakteristik
pengusaha, tenaga kerja dan pedagang serta profil usaha, 2) Usaha agroindustri
minyak serai wangi, 3) Pemasaran minyak serai. Penelitian dilaksanakan di Desa
Siabu Kecamatan Salo Kabupaten Kampar dari Mei sampai dengan Oktober 2022.
Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survei. Data dianalisis
secara deskriptif kualitatif, kuantitatif, dan analisis statistik. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa karakerisik pengusaha, tenaga kerja dan pedagang berada
pada kategori umur produktif, pendidikan 12 tahun / SMA, sebagian besar sudah
berpengalaman serta jumlah tanggungan yang relatif kecil. Usaha minyak serai
wangi ini sudah berjalan selama 4 tahun, merupakan industri rumah tangga, modal
usaha awal sebesar Rp. 64.185.000 dan menggunakan tenaga kerja sebesar 0,84
HOK/proses produksi. Teknologi produksi menggunakan metode penyulingan uap
langsung dengan kapasitas 300 kg. Proses produksi minyak serai wangi dimulai
dari penimbangan bahan baku hingga pengemasan minyak serai wangi. Jumlah
bahan baku daun serai wangi rata-rata 300 kg/proses produksi dengan penggunaan
bahan input lain yaitu kayu bakar 0,80 m
3
/proses produksi dan air 0,20 m
3
/proses
produksi. Total biaya produksi sebesar Rp. 291.832,69/proses produksi. Jumlah
produksi 3 Kg/proses produksi. Pendapatan kotor sebesar Rp. 450.000,00/proses
produksi dan pendapatan bersih sebesar Rp. 158.167,31/proses produksi. Efisiensi
agroindustri minyak serai wangi sebesar Rp.1,54/proses produksi. RCR>1, berarti
agroindustri minyak serai wangi sudah efisiensi dan menguntungkan. Nilai
tambah yang diperoleh sebesar Rp. 667,22/kg dengan rasio nilai tambah sebesar
44,48%. Saluran pemasaran hanya ada 1 yaitu dari produsen ke pedagang
pengumpul lalu ke pedagang besar kemudian ke pengekspor (konsumen akhir).
Fungsi pemasaran yang dilakukan terdiri dari pembelian, penjualan,
penyimpanan, pengangkutan, pengolahan, pembiayaan, penanggung resiko, dan
penyediaan informasi pasar. Biaya pemasaran meliputi biaya transportasi dan
biaya kemasan. Margin pemasaran sebesar Rp. 35.000,00/Kg. Profit pemasaran
sebesar Rp. 29.177,33/Kg. Efisiensi pemasaran pada agroindustri minyak serai
wangi adalah 3,1% yang berarti pemasarannya tergolong pada kategori efisien.
No other version available