Text
Strategi Peningkatan Kinerja Penyuluh Pertanian pada Petani Sawah di Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau
Tujuan penyuluhan pertanian adalah meningkatkan kualitas sumberdaya petani agar produktivitas, pendapatan dan kesejahteraannya meningkat. Agar tujuan penyuluhan pertanian tersebut tercapai diperlukan kinerja penyuluh pertanian yang efektif dan efisien. Namun dalam prakteknya secara riil di lapangan banyak permasalahan dan kendala yang dihadapi oleh penyuluh pertanian yang mengakibatkan kinerjanya masih kurang maksimal.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) Karakteristik petani dan Profil ushatani padi sawah di Kabupaten Indragiri Hulu ; (2) Karakteristik penyuluh dan Profil kelembagaan penyuluh pertanian di Kabupaten Indragiri Hulu; (3) Tingkat kompetensi dan kinerja penyuluh pertanian Kabupaten Indragiri Hulu; dan (4) Strategi peningkatan kinerja penyuluh pertanian Kabupaten Indragiri Hulu.Penelitian dilaksanakan pada Bulan Juli sampai dengan Desember 2022 di Kabupaten Indragiri Hulu dan difokuskan di tiga kecamatan sentra tanaman padi sawah yaitu Kecamatan Kuala Cenaku, Kecamatan Kelayang dan Kecamatan Rakit Kulim. Pengambilan sampel dilaksanakan dengan metoda multistage sampling (gugus bertahap). Sampel diambil sebanyak 3 kecamatan, 6 desa,12 poktan, 101 orang petani dan 6 orang penyuluh pertanian. Analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif, kualitatif dan kuantitatif, skala likert, analisis SWOT dan QSPM.Hasil penelitian: (1) Rata-rata umur petani adalah 46,85 tahun, jenis kelamin 86% laki-laki, pendidikan SD (57%), pengalaman berusaha tani 13,14 tahun, dan jumlah tanggungan keluarga 3,48 orang. Status kepemilikan lahan 87% milik sendiri, skala usaha tani 1,28 ha, bentuk usaha perorangan 68% dan, tujuan usahatani 74% untuk memenuhi kebutuhan sendiri, sumber modal 90% berupa modal sendiri; (2) Umur penyuluh rata-rata 40,33 tahun, jenis kelamin penyuluh laki-laki (66%), pendidikan penyuluh adalah S1 sebanyak 50% dengan masa kerja 11 tahun. Kelembagaan penyuluhan di kecamatan adalah Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), fungsi BPP memfasilitasi pelaksanaan penyuluhan pertanian, jumlah PPLsetiap BPP rata-rata 7 orang, desa binaan 15 desa, jumlah poktan 124 kelompok, program kerja BPP adalah programa penyuluhan yang disusun setiap tahun; (3) Tingkat kompetensi penyuluh ratarata berada pada angka 3,49 (1-5), persentase capaian skor 69,8 % dengan kategori kurang baik, kinerja penyuluh rata-rata 3,60 (1-5), persentase capaian skor 72% dengan kategori baik ; (4) Strategi peningkatan kinerja penyuluh pertanian adalah ; (a) Meningkatkan intensitas kunjungan penyuluh ke petani; (b) Memperbaiki prilaku kerja petani berbasis pengetahuan, sikap dan keterampilan; (c) Meningkatkan kerjasama dan kemitraan; (d) Menyebarluaskan informasi dan teknologi pertanian; (e) Melaksanakan penyuluhan berbasis IT; (f) Melaksanakan kaji terap teknologi; (g) Meningkatkan kompetensi manajerial penyuluh; (h) Meningkatkan akses petani terhadap sumberdaya;(i) Meningkatkan kompetensi penyuluh dalam pembelajaran petani ; (j) Meningkatkan partisifasi petani dalam penyuluhan.
No other version available