Text
Pengaruh Getaranterhadap Mutu Beton pada Kondisi Fase Flastis Sampai Fase Setting
Proses pekerjaan pengecoran dan pemadatan jalan beton sangat diperhatikan salah satunya adalah getaran dan waktu kendaraan yang melintasi pada lajur sebelah pada saat beton memasuki fase plastis dan fase setting. Kedua fase tersebut perlu ditekankan karena diperkirakan bahwa getaran dan waktu kendaraan melintasi sangat berpengaruh pada mutu beton tanpa disadari yang dapat mengakibatkan kerusakan pada beton disebelahnya. Terkait dengan uraian tersebut maka tujuan penelitian ini adalah, untuk mengetahui nilai pengaruh pada masing-masing fase ketika diberikan getaran, untuk mengetahui pengaruh getaran terhadap mutu beton menggunakan fase waktu dimulai dari fase plastis hingga fase setting dan untuk mengetahui waktu yang paling tepat untuk melintasi lajur sebelah ketika beton pada kondisi fase plastis hingga fase setting. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan simulasi mesin modifikasi getaran dengan meletakkan benda uji beton sesuai umur beton fase plastis dan fase setting. Adapun besar frekuensi getaran kendaraan yang digetarkan adalah 3 Hertz dengan menambahkan beberapa jarak antara fase waktu yang sudah ditetapkan. Nilai getaran yang digunakan sesuai dengan kondisi lapangan kendaraan yang melintasi jalan yang sedang dilakukan perbaikan/pembangunan pada daerah yang dilewati lalu lintas kondisi padat dan bermuatan besar, yaitu daerah jalan Gajah Mada Duri. Hasil penelitian diperoleh bahwa pengaruh getaran pada kondisi fase plastis beton yang digetarkan akan tetap memenuhi mutu beton dengan nilai rata-rata nilai Fs 51,99 Kg/cm 2 > Fs 45. Sedangkan fase Setting tidak memenuhi mutu beton dengan nilai ratarata Fs 42,78 Kg/cm 2 < Fs 45. Artinya getaran akibat kendaraan yang melintasi akan mempunyai pengaruh terhadap mutu beton pada saat beton memasuki fase setting.
No other version available