Text
Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Manumbuhkan Sikap Asertif Siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri 37 Pekanbaru
Penelitian ini di latar belakangi oleh rendahnya Sikap Asertif peserta didik di SMP Negeri 37 Pekanbaru. Sikap Asertif sangat penting dalam proses pembelajaran karena dapat menentukan keberhasilan dan tujuan pembelajaran siswa dalam mendemonstrasikan dan mengaplikasikan materi yang diajarkan sehingga sikap asertif mutlak perlu dimiliki oleh setiap peserta didik. permasalahan dalam penelitian ini adalah masih banyak peserta didik yang kurang mampu bahkan tidak mampu mencerminkan sikap asertif. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja peran guru Pendidikan Agama Islam dalam menumbuhkan Sikap Asertif Siswa SMP Negeri 37 Pekanbaru.. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Subjek penelitian adalah guru bidang studi Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 37 Pekanbaru. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa peran yang dimiliki dan yang dilakukan guru dalam menumbuhkan sikap asertif siswa SMP Negeri 37 Pekanbaru adalah dengan mengoptimalkan 13 peran guru yang menjadi tugas pokok pendidikan dalam pembelajaran yaitu Peran guru sebagai korektor, evaluator, mediator, inspirator, motivator, informator, fasilitator, pembimbing, pengelola kelas, demonstrator, inisiator, organisator dan supervisor yaitu : melibatkan kemampuan untuk menyampaikan pendapat, mempertahankan sudut pandang, dan mengungkapkan kebutuhan dengan tegas namun sopan, memastikan bahwa materi yang diajarkan telah difahami oleh siswa, melakukan Evaluasi terus-menerus melalui tes dan praktek memberikan pemahaman tentang sejauh mana siswa telah menguasai materi pelajaran menggunakan media yang sesuai Kenali kebutuhan dan minat siswa Anda, serta gaya belajar yang berbeda-beda. Adapun untuk faktor pendukung dalam menumbuhkan sikap asertif diantaranya:gaya belajar yang bervariasi, diskusi yang terstruktur dan sikap profesional guru . Sedangkan untuk faktor penghambat diantaranya: Sarana dan prasarana yang kurang memadai, kekurangan waktu, keadaan rohaniah (psikologis) siswa yang terganggu.
No other version available