Text
Studio Laboratorium Pengujian Filtration Loss dan Thickening Time Semen Pemboran Kelas G dengan Penambahan CMC Additive Serat Daun Nanas
Penentuan campuran bubur semen yang tidak tepat dan tidak sesuai adalah salah satu problem yang sering terjadi pada perencanaan kegiatan penyemenan. Penyebab dari kegagalan penyemenan salah satunya kehilangan cairan dari suspensi semen ke dalam formasi permeable (filtration loss). Selain itu thickening time yang tidak tepat menyebabkan annulus tidak terisi penuh dan mengakibatkan semen mengeras sebelum waktunya, untuk mengatasinya dengan menggunakan additive CMC, tetapi CMC industri relatif mahal, peneliti memanfaatkan limbah serat daun nanas sebagai bahan baku pembuatan carboxymethyl cellulose, karena serat daun nanas mengandung serat selulosa sebesar 69,5-71,5%. Dari hasil penelitian filtration loss dengan menambahkan CMC volume filtrat pada konsentrasi 0.1% - 0.3% didapat nilai filtration loss 214.69 ml-153.94 ml yang masih sesuai dengan standar API untuk primary cementing. Semakin besar penambahan CMC dari serat daun nanas maka volume filtrat yang hilang pada filtration loss terus berkurang. Hasil pengujian thickening time pada suhu 40? (104°F) penambahan CMC serat daun nanas pada konsentrasi 0% - 0.4% nilai thickening time didapat 329 menit – 362 menit, sedangkan suhu 60? (140°F) pada konsentrasi 0% - 0.4% yaitu 188 menit – 266 menit, artinya CMC serat daun nanas sangat berpengaruh untuk memperlambat pengerasan semen namun puncak terlama nilai thickening time dari pengujian ini menggunakan temperatur 40? pada konsentrasi 0.4% adalah 362 menit. Dapat dibuktikan bahwa semakin tinggi temperatur sirkulasi, laju hidrasi semakin cepat, sehingga thickening time menjadi lebih pendek.
No other version available