Text
Analisis Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Pekerjaan Struktur Atas Gedung dengan Metode Hira Hazid
Industri konstruksi berisiko paling tinggi terhadap kecelakaan kerja di Indonesia. Adapun jumlah kecelakaan kerja di Indonesia selama kurun waktu 2017-2021 terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2017 tercatat 123.040 kasus kecelakaan kerja, pada tahun 2018 tercatat 173.415 kasus kecelakaan kerja, pada tahun 2019 tercatat 182.835 kasus kecelakaan kerja, padan tahun 2020 tercatat 221.740 kasus kecelakaan kerja, dan pada tahun 2021 tercatat 234.270 kasus kecelakaan kerja. Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi faktor-faktor risiko, mengetahui penilaian pada faktor-faktor risiko, dan mengetahui pengendalian risiko dari penilaian faktor-faktor risiko pada Proyek Pembangunan Office DSO Djarum di Jalan Soekarno Hatta, Pekanbaru. Dalam penelitian ini menggunakan tiga pendekatan, Metode pertama untuk menentukan identifikasi risiko dengan menggunakan metode HAZID (Hazard Identifications), kedua untuk menetukan penilaian pada faktor-faktor risiko dengan metode HIRA (Hazard Identifications and Risk Assessment), dan yang ketiga untuk menentukan pengendalian risiko dari penilaian faktor-faktor risiko dengan menggunakan metode HAZOP (Hazard Operability). Hasil penelitian ini diperoleh bahwa identifikasi risiko terdiri dari 5 variabel dan 22 indikator risiko, dengan penilaian risiko yaitu 3 indikator pada tingkat rendah (low) dan 19 indikator pada tingkat sedang (medium). Sedangkan pengendalian indikator bahaya ini terdiri dari melakukan JSA (Job Safety Analysis), melakukan pengecekan lokasi pekerjaan sehingga dapat mengantisipasi bahaya, menggunakan metode Hirarki Pengendalian Risiko, melakukan pengecekan peralatan pekerjaan dan maintenance (pemeliharaan), menyediakan BPJS ketenagakerjaan untuk pekerja, dan memberikan peringatan, pendisiplinan, peneguran kepada pekerja agar kembali fokus bekerja dan memenuhi SOP pekerjaan
No other version available