Pekerjaan pillar fracturing merupakan salah satu metode stimulasi yang dapat digunakan untuk meningkatkan produktivitas sumur pada reservoir dengan permeabilitas rendah. Lapisan UIR-01 pada Sumur MYK-02 memiliki potensi produksi yang masih dapat dikembangkan, sehingga diperlukan evaluasi keekonomian untuk mengetahui kelayakan investasi serta sistem kontrak bagi hasil yang memberikan hasil terba…
Penurunan laju produksi minyak menjadi tantangan untuk dilakukan optimasi produksi minyak. Penurunan laju produksi pada sumur X terjadi akibat adanya penyumbatan disekitar lubang perforasi sumur. Hal ini perlu dilakukan optimasi produksi untuk mendapatkan perolehan minyak yang lebih baik dari sebelumnya. Oleh sebab itu, treatment yang cocok pada permasalahan tersebut adalah matrix acidizing.Sis…
Penurunan produksi minyak yang terjadi pada lapangan A selain disebabkan oleh penurunan tekanan reservoir juga disebabkan oleh terjadinya crossflow antar lapisan pada sumur X. Crossflow yang terjadi menyebabkan aliran fluida mengalami perpindahan dari zona bertekanan tinggi menuju zona bertekanan rendah sehingga menurunkan efisiensi produksi dan sumur menjadi tidak ekonomis jika dioperasikan. O…
Penurunan produksi pada lapangan minyak matang menuntut penerapan strategi pengembangan yang mampu meningkatkan perolehan hidrokarbon secara ekonomis, salah satunya melalui pemboran sumur horizontal. Di sisi lain, volatilitas pasar keuangan mendorong penggunaan instrumen investasi alternatif, seperti cryptocurrency, meskipun memiliki tingkat risiko yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk me…
Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan produksi pada sumur X migas yang mengalami penurunan produktivitas akibat turunnya Productivity Index (PI) dan terjadinya water coning. Metode gas lift intermittent diterapkan sebagai solusi artificial lift untuk mengoptimalkan kembali laju produksi fluida dengan cara menginjeksikan gas bertekanan ke dalam tubing sehingga tekanan dasar sumur berkurang…
Sumur C#XX beroperasi dengan pompa ESP type Reda DN-750 yang menghasilkan laju produksi 504 bfpd. Namun, ketika sumur dievaluasi melalui swabbing job, menghasilkan data pada sumur yaitu SFL 1638 bbl, WFL 1896 bbl, Q 504 bbl/d, WC 71%. Berdasarkan analisis inflow performance relationship (IPR) dan laju alir optimum (Qopt) mencapai 1391,585 BFPD yakni sekitar 80% dari laju alir maksimum (Qmax). P…
Masalah yang menganggu aktivitas proses produksi salah satunya kesalahan pada saat pemilihan diameter ukuran tubing, sehingga tidak tercapainya target produksi secara optimal. Sumur X lapangan YZ merupakan sumur penghasil minyak bumi yang dimana sumur ini memiliki kedalaman 2.365 ft, water cutnya sebesar 80%. Sumur ini menggunakan ukuran tubing 2 7/8 in (OD). Berdasarkan perhitungan menggunakan…
Pekerjaaan workover dan well service merupakan suatu pekerjaan rutin perbaikan dan perawatan pada sumur produksi, baik berupa penggantian peralatan lifting minyak hingga merubah parameter reservoir sumur. Hal ini dilakukan untuk memperbaiki dan mengusahakan sumur agar selalu berproduksi sesuai dengan potensi yang telah ditentukan. Pada sumur FM-1 merupakan salah satu sumur yang masih bisa untuk…
Kontrak Bagi Hasil Migas merupakan hal yang sangat berpengaruh terhadap keuntungan, maka negara pasti akan memperhitungkan kontrak yang nantiya akan mendatangkan pendapatan yang menguntungkan. Penelitian ini akan membandingkan kontrak industri hulu migas dengan menggunakan indikator keekonomian kontraktor miigas seperti NPV, IRR, dan POT. Penelitian ini berfokus pada kontrak PSC Indonesia yaitu…
ANALISIS KEEKONOMIAN PEKERJAA REPERFORATED PADA SUMUR LA#1 LAPANGAN PT.SPR LANGGAK LISNA APRILIA NINGSIH 193210253 ABSTRAK Pada saat ini Indonesia mengalami berbagai perubahan dan perbaikan peraturan untuk sistem kontrak kerja,yang mana seiring dengan aktivitas yang dilakukan pada industry minyak dan gas bumi. Turunnya laju produksi merupakan salah satu permasalahan utama dalam produksi m…