Lumpur pemboran (drilling mud) merupakan salah satu komponen penting dalam operasi pemboran yang berfungsi untuk mengangkat cutting ke permukaan, mengontrol tekanan formasi, menjaga kestabilan lubang bor, serta mencegah kerusakan formasi. Pada umumnya, Oil Based Mud (OBM) menggunakan diesel oil sebagai fluida dasar. Namun, penggunaan diesel oil memiliki beberapa kelemahan, seperti kurang ramah …
Lumpur pemboran berbasis minyak (Oil Based Mud / OBM) banyak digunakan pada operasi pemboran karena memiliki stabilitas termal yang baik, kemampuan pelumasan tinggi, serta efektif pada formasi reaktif. Namun, penggunaan minyak solar sebagai base oil memiliki dampak negatif terhadap lingkungan karena bersifat toksik. Oleh karena itu, diperlukan alternatif yang lebih ramah lingkungan, salah satun…
Penelitian ini menganalisis sensitivitas parameter pemboran terhadap efektivitas hole cleaning pada Sumur BN Lapangan K menggunakan simulasi hidraulika sistem pemboran. Parameter yang dianalisis meliputi Rate of Penetration (ROP), flowrate, dan rotary speed (top drive) yang berpengaruh langsung terhadap kemampuan sistem sirkulasi dalam mengangkat cuttings. Analisis dilakukan pada tiga trayek pe…
Penggunaan bentonite dalam lumpur pemboran berbasis air memiliki keterbatasan, terutama pada formasi shale yang dapat menyebabkan pembengkakan dan meningkatkan kehilangan filtrat, sehingga diperlukan alternatif aditif yang lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan polimer Graphene Oxide Nanosheets (GONs) pada lumpur pemboran non-bentonite terhadap sifat reol…
Lumpur pemboran berperan penting dalam mengangkat cutting, menstabilkan lubang bor, dan mengendalikan filtrasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penambahan corn starch (2, 4, 6, 8, dan 10 gram) yang dikombinasikan dengan soda ash (Na?CO?) maupun caustic soda (NaOH) terhadap sifat reologi dan filtrasi lumpur pemboran. Uji rheologi dilakukan dengan Fann VG Meter, sedangkan filtrasi …
Pemboran merupakan kegiatan dalam mencari hidrokarbon baik berupa gas, dan minyak. Lumpur pemboran merupakan faktor yang sangat penting dalam operasi pemboran. Dalam lumpur pemboran sifat fisik seperti densitas memiliki peran penting karena mempengaruhi kemampuan lumpur untuk mengendalikan tekanan formasi bawah permukaan. Dengan densitas yang tepat, bertujuan untuk menghasilkan tekanan hidrosta…
Salah satu permasalahan saat melakukan kegiatan drilling ialah terdapatnya cutting atau serbuk bor. Cutting merupakan partikel yang harus di angkat ke permukaan, apabila cutting tidak dapat terangkat, maka akan menyebabkan beberapa masalah selama operasi pemboran berlangsung. Salah satu kunci keberhasilan penangkatan cutting adalah pump rate lumpur pemboran. Dengan mengetahui nilai pump rate ya…
Pompa lumpur merupakan komponen utama dalam sistem sirkulasi pada rig pengeboran, fungsi utama dari pompa lumpur adalah untuk memompa lumpur hasil pengeboran dari tangka ke lubang pengeboran dengan tekanan tinggi. Oleh karena itu penting untuk mengetahui unjuk kerja pompa lumpur terutama pada efisiensinya sehingga mendapatkan kerja yang optimal. Untuk efisiensi pada pompa lumpur biasanya berkis…
Penggunaan lumpur di dalam industri migas merupakan salah satu bagian yang terpenting dari sistem pemboran, karena lumpur pemboran harus diberi perhatian khusus guna untuk melancarkan suatu proses pemboran. Polimer sintetis Xhantan Gum dan Pati Singkong (Manihot Esculenta) dengan konsentrasi masing-masing 1 gr, 1.5 gr dan 2 gr tidak berpengaruh terhadap rheologi lumpur pemboran ini dikarenakan …
Proses pembersihan lubang bor merupakan salah satu aspek krusial dalam operasi pemboran minyak dan gas bumi. Efektivitas pengangkutan cutting sangat dipengaruhi oleh sifat rheologi lumpur pemboran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan aditif Kalium Klorida (KCl) dan Kalsium Karbonat (CaCO3) terhadap sifat fisik dan rheologi lumpur berbasis air (Water Based Mud/WBM), s…