Peningkatan kebutuhan infrastruktur jalan mendorong penggunaan material perkerasan yang berkualitas dan berkelanjutan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah memanfaatkan bio-oil ampas kopi sebagai bahan tambah pada campuran Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan bio-oil ampas kopi terhadap karakteristik Marshall campuran A…
ABSTRAK Pembangunan infrastruktur jalan yang terus meningkat menyebabkan kebutuhan aspal semakin tinggi, sementara sebagian kebutuhan tersebut masih bergantung pada aspal minyak bumi. Di sisi lain, limbah tempurung kelapa di Indonesia belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan bio-oil tempurung kelapa sebagai substitusi sebagian aspal terh…
Penelitian ini mengevaluasi potensi penggunaan pasir pantai Pulau Batam sebagai bahan campuran agregat halus Asphalt Concrete–Wearing Course (AC?WC) untuk menjawab keterbatasan pasokan pasir sungai dan mendukung pemanfaatan sumber daya lokal di Kepulauan Riau. Berdasarkan tinjauan literatur dan kondisi lokal, penelitian akan menguji sifat fisik dan mekanik campuran sesuai Spesifikasi Umum Bin…
Penyediaan infrastruktur jalan raya yang andal di Provinsi Kepulauan Riau saat ini menghadapi kendala serius akibat keterbatasan ketersediaan agregat batu pecah konvensional lokal. Kondisi geografis wilayah yang terdiri dari gugusan pulau memicu tingginya biaya logistik maritim untuk mendatangkan material dari luar daerah, sehingga berdampak pada pembengkakan anggaran konstruksi. Guna mengatasi…
Pemanfaatan material alternatif dalam campuran perkerasan jalan diperlukan seiring dengan terbatasnya ketersediaan agregat halus berupa pasir serta meningkatnya biaya material. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan agregat halus fosil kayu sebagai pengganti sebagian agregat halus pada campuran Asphalt Concrete – Wearing Course (AC-WC) terhadap karakteristik Marshall. Metode …
Kualitas perkerasan jalan sangat dipengaruhi oleh material penyusunnya, khususnya campuran aspal dan agregat pada lapisan Asphalt Concrete – Wearing Course (AC-WC). Seiring meningkatnya kebutuhan material ramah lingkungan, pemanfaatan limbah seperti minyak jelantah sebagai bio oil menjadi alternatif yang potensial. Minyak jelantah memiliki sifat yang mendekati aspal sehingga dapat digunakan s…
Material yang sering digunakan sebagai agregat kasar dalam campuran perkerasan lentur adalah batu pecah. Namun, saat ini harga batu pecah relatif mahal dan persediaannya terbatas. Oleh karena itu, peneliti mencoba menggunakan jenis agregat kasar lainnya, yaitu agregat fosil kayu sebagai pengganti agregat kasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan agregat fosil kayu ter…
Asphalt Concrete–Wearing Course (AC-WC) merupakan lapisan aus pada perkerasan lentur yang secara langsung menerima beban lalu lintas dan pengaruh lingkungan. Kinerja lapisan ini sangat dipengaruhi oleh kualitas campuran aspal, khususnya suhu pencampuran dan jenis filler yang digunakan. Suhu pencampuran yang tidak sesuai dapat menyebabkan viskositas aspal tidak optimal sehingga berdampak pada …
Bahan campuran AC-BC biasanya terdiri dari agregat kasar, agregat halus, bahan pengisi (filler), dan aspal. penggunaan agregat alam sebagai bahan utama dalam campuran aspal secara terus-menerus dapat menyebabkan berkurangnya sumber daya alam. Di beberapa wilayah bahkan menghadapi keterbatasan agregat berkualitas tinggi sehingga diperlukan upaya inovasi untuk mencari bahan alternatif yang dapat …
Lapis aspal beton (laston) sebagai bahan pengikat, dikenal dengan AC-BC (Asphalt Concrete Binder Course). Lapisan ini merupakan bagian dari lapis permukaan diantara lapis pondasi atas (Base Course) dengan lapis aus (Wearing Course) yang umumnya digunakan untuk jalan-jalan dengan keadaan beban lalu lintas yang cukup berat. Penggunaan abu daun bambu menjadi salah satu alternatif sebagai filler pe…