Well A-1 merupakan sumur yang terletak di teluk persia dengan kondisi batuan tight carbonate yag mengalami penurunan tekanan sehingga memerlukan stimulasi. Reservoir ini juga juga dipengaruhi mekanisme water drive dengan oil water contact relatif dekat, sehingga pertumbuhan panjang rekahan perlu dikendalikan agar rekahan tidak mencapai oil water contact yang berisiko memicu water breaktrough da…
Cemical Enhanced Oil Recovery(CEOR) merupakan metode peningkatan perolehan minyak yang memanfaatkan bahan kimia untuk memperbaiki sifat fluida pendesak melalui peningkatan viskositas air injeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan viskositas air akibat penambahan biopolimer eceng gondok (Eichhornia crassipes) serta menganalisis pengaruh salinitas dan temperatur terhadap kiner…
Tahap tertiary recovery merupakan fase akhir produksi minyak yang melibatkan injeksi bahan kimia tambahan ke dalam air injeksi untuk meningkatkan efisiensi perolehan minyak. Berbagai metode Enhanced Oil Recovery (EOR) telah dikembangkan, seperti injeksi gas, termal, dan kimia (alkali, surfaktan, serta polimer). Salah satu inovasi penting adalah injeksi ASP (Alkali–Surfactant–Polymer), yang …
Penggunaan lumpur di dalam industri migas merupakan salah satu bagian yang terpenting dari sistem pemboran, karena lumpur pemboran harus diberi perhatian khusus guna untuk melancarkan suatu proses pemboran. Polimer sintetis Xhantan Gum dan Pati Singkong (Manihot Esculenta) dengan konsentrasi masing-masing 1 gr, 1.5 gr dan 2 gr tidak berpengaruh terhadap rheologi lumpur pemboran ini dikarenakan …
Produksi minyak dari reservoir secara alami akan berkurang atau bahkan tidak berproduksi sama sekali. Jika hanya mengandalkan cara produksi primer (primary recovery), kemungkinan masih banyak sisa minyak di reservoir, untuk itu diperlukan cara produksi tahap lanjut untuk mengalirkan sisa minyak di reservoir. Enhanced oil recovery (EOR) adalah sebuah cara untuk memperoleh minyak dengan menginjek…
Enhanced Oil Recovery (EOR) merupakan metode recovery setelah dilakukannya primary dan secondary recovery untuk meningkatkan recovery factor (RF) dan menghambat penurunan produksi secara drastis. Salah satu metode EOR yang efektif untuk digunakan adalah Chemical EOR yaitu, ASP (Alkaline, Surfaktan, Polymer) injection. Metode ini telah diterapkan pada penelitianpenelitian sebelumnya. Sinergi met…
Injeksi polimer adalah salah satu metode EOR yang dapat dilakukan untuk meningkatkan penyapuan minyak. Pada penelitian ini dilakukan injeksi biopolimer dengan 3 fluida injeksi yang berbeda, yaitu Xanthan gum (XG), Pati Biji Durian (PBD) dan Okra. Analisis dilakukan untuk melihat pengaruh dari pengaplikasian biopolimer terhadap kenaikan recovery factor setelah proses injeksi air (waterflood)…
Menurunnya produksi minyak dalam beberapa dekade terakhir telah menjadikan Enhanced Oil Recovery (EOR) salah satu teknologi yang mendapat perhatian lebih karena memilikinya terbukti meningkatkan produksi minyak di suatu lapangan. Salah satu metode EOR yang banyak digunakan yang digunakan saat ini adalah dengan menyuntikkan bahan kimia dalam bentuk polimer. Polimer sendiri dikelompokkan menjadi …
Ada 3 tahapan produksi minyak, primary recovery (tahapan awal), secondary recovery (tahapan kedua), tertiary recovery (tahapan lanjutan). Penggunaan metode EOR untuk meningkatkan produksi pada tahap tertiary dilakukan dengan cara mobilisasi sisa minyak yang terperangkap karena tidak bisa diperoleh dengan cara secondary recovery (water flooding). Salah satu metode dalam tahapan EOR ini adalah Po…
Sekitar 40% dari minyak yang dapat recovery menggunakan teknik recovery primer dan sekunder. Untuk meningkatkan oil recovery, metode Enhanced Oil Recovery (EOR), khususnya melalui injeksi surfaktan-polimer (SP), telah terbukti efektif dalam menurunkan saturasi minyak residual dan meningkatkan recovery factor. Injeksi surfaktan-polimer dapat menurunkan tegangan permukaan antara fase minyak dan a…