Penelitian ini mencoba menggunakan BNA CR1 sebagai bahan tambah untuk campuran Asphalt Concrete – Wearing Course (AC – WC) yang berasal dari limbah karet ban yang tidak terpakai. diharapkan dapat memberikan dampak yang baik dan agar dapat memperoleh aspal yang memiliki kekuatan tekan dan ketahanan rendaman air yang lebih baik dari aspal biasa digunakan di jalan Indonesia yang beriklim Trop…
Banyak jalan di Indonesia yang rusak dan retak akibat perubahan bentuk yang diakibatkan tekanan beban yang berlebihan dari beban kendaraan melebihi kapasitas jalan. karena itu, perlu dilakukan perubahan untuk mengatasi kekurangan bahan campuran aspal menggunakan Karet Remah SIR20 untuk mengisi ketersediaan kekurangannya bahan campuran aspal. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengar…
Gondorukem merupakan getah dari pohon pinus yang dapat menjadi salah satu bahan alternatif yang mampu menjaga kualitas aspal agar tetap dalam kondisi yang baik, karena gondorukem memiliki daya erat yang tinggi yang berfungsi sebagai perekat sehingga diharapkan setelah penambahan gondorukem pada campuran aspal mampu menerima beban lalu lintas dan gesekan terhadap permukaan jalan. Aspal yang …
Semua campuran beraspal harus mengandung bahan pengisi yang ditambahkan (filler added) min. 1% dari berat total agregat. Dalam upaya pelestarian lingkungan, Banyak bahan yang dapat di gunakan untuk filler pada campuran aspal, seperti penggunaan limbah batu bata sebagai filler dari campuran aspal. Pemilihan limbah batu bata sebagai filler campuran aspal karena bahan yang mudah dijumpai dan cende…
Penelitian ini menggunakan bahan alternatif baik limbah karbit dapat meningkatkan kualitas perkerasan jalan. Limbah karbit memiliki kandungan CaO atau Kalsium yang cukup tinggi, mengandung 61,95% unsur kalsium, sehinga limbah karbbit dapat digunakan sebagai Filler pada campuran Asphalt Concrate – Wearing Course. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar aspal optimum (KAO) dan un…
Pada perkerasan jalan, aspal saat ini perlu dilakukan pemeriksaan sampel (benda uji) yaitu, pemeriksaan kadar aspal untuk mengetahui nilai dari kandungan aspal, apakah sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan, menurut SKBI – 24.26.1987 yaitu kadar aspal yang diizinkan berkisar antara 4% sampai 7%. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh hasil kadar aspal rencana den…