Clay swelling merupakan salah satu permasalahan yang sering terjadi dalam kegiatan pemboran. Zona clay akan mengembang pada lapisan shale jika menggunakan lumpur berbahan dasar air karena clay akan bereaksi dengan air yang dapat menyebabkan pengendapan pada formasi batuan dan berpengaruh terhadap kualitas pipa. Selain itu, jika tidak langsung diatasi rangkaian pipa akan terjepit dan memperpende…
Perencanaan program lumpur pemboran sangat penting dilakukan agar operasi pemboran dapat berjalan sesuai rencana. Penyesuaian rheology lumpur pemboran terhadap kondisi lubang bor harus diperhatikan, dalam mengangkat cutting dan menahan cutting saat sirkulasi dihentikan. Untuk meminimalisir permasalahan tersebut rheology lumpur pemboran harus sesuai dengan standar API. Pada penelitian ini akan …
Dalam dunia pemboran, lumpur merupakan bagian penting yang biasa mempengaruhi keberhasialan saat melakukan pemboran, dari awal pemboran hingga saat mencapai kedalaman yang dituju. Akan muncul permasalahan yang timbul pada lumpur prmboran yang menghambat proses pengeboran seperti pengangkatan cutting yang kurang sempurna, kehilang sirkulasi pada lumpur pemboran di dalam formasi di kernakan di da…
Faktor terpenting dalam suatu operasi pemboran adalah lumpur pemboran. Dimana permasalahan yang sering muncul dalam operasi pemboran adalah pada saat pengsirkulasian lumpur pemboran. Lost Circulation Material merupakan hilangnya fluida lumpur pemboran yang masuk dan menempati formasi selama operasi pemboran berlangsung. Untuk mengatasi permasalahan lost circulation ini diperlukannya penambahan …
Permasalahan yang biasa ditemukan pada lumpur pemboran yaitu lumpur tidak mampu mengangkat cutting dan hilangnya fluida kedalam batuan. Lumpur berbasis air sendiri dapat dipengaruhi oleh temperatur tertentu. Pada temperatur 122 F nilai plastic viscosity, yield point dibawah standar spesifikasi. Pemakaian lumpur berbasis minyak secara terus menerus akan menyebabkan fluid loss kedalam formasi ber…
Dalam meminimalisir terjadinya kerusakan formasi sangat penting untuk melakukan pengontrolan terhadap filtration loss. Fitration loss yang besar dapat mengakibatkan pengurangan permeabilitas sehingga dapat memicu berkurangnya ingkat produktivitas pada suatu formasi. Penambahan aditif kedalam lumpur pemboran diperlukan untuk dapat mengurangi terjadinya filtration loss. Penelitian ini menggunak…
Pada saat operasi pemboran sedang berlangsung, lumpur sangat rawan untuk kehilangan filtrasi apabila melewati zona lapisan yang memiliki fracturing yang cukup tinggi dan memiliki permeabilitas yang juga cukup tinggi, dan memiliki tekanan formasi yang cukup rendah, peristiwa ini dinamakan loss circulation. Loss circulaton hal ini disebabkan oleh tekanan hidrostatik yang melebihi tekanan dari for…
Semen merupakan parameter penting dalam proses pengeboran migas. Kegagalan dalam proses penyemenan dapat menyebabkan penggunaan waktu dan materi yang tidak efisien. Komposisi dan sifat fisik semen yang digunakan harus sesuai dengan karakteristik formasi yang menjadi target penyemenan. Salah satu hal yang harus diperhatikan semen tidak boleh kekuarangan filtrat(cairan) terlalu banyak. Penambahan…
Pada saat proses pemboran berlangsung banyak faktor-faktor yang menjadi penghambat, salah satunya adalah filtration loss atau kehilangan fasa cair lumpur pemboran. Kehilangan fasa cair yang terlalu besar berpengaruh buruk terhadap lumpur pemboran dan formasi, sehingga menyebabkan lumpur akan kehilangan banyak cairan dan formation damage. Selain itu, kehilangan fasa cair lumpur pemboran memilki …
Filtration loss adalah air yang terkandung didalam lumpur pemboran masuk ke dalam formasi. Filtration sangat mempengaruhi kinerja pemboran pada sumur minyak dan gas. Additive yang di pakai untuk mengatasi filtration loss adalah carboxy methil cellulose (CMC). Additive ini merupakan jenis kimia yang cukup banyak digunakan, Maka dilakukan penelitian untuk mendapatkan bahan additive baru yaitu sal…