Well A-1 merupakan sumur yang terletak di teluk persia dengan kondisi batuan tight carbonate yag mengalami penurunan tekanan sehingga memerlukan stimulasi. Reservoir ini juga juga dipengaruhi mekanisme water drive dengan oil water contact relatif dekat, sehingga pertumbuhan panjang rekahan perlu dikendalikan agar rekahan tidak mencapai oil water contact yang berisiko memicu water breaktrough da…
Sumur X merupakan tight carbonate reservoir yang memiliki kemampuan alir alami yang rendah akibat permeabilitas sangat kecil (4 mD) dan porositas sekitar 6,5%, sehingga laju produksi awal belum optimal. Peningkatan produktivitas perlu dicapai tanpa memicu pertumbuhan rekahan yang berlebihan. Kondisi tersebut mendorong perlunya stimulasi rekahan untuk memperbesar area alir dan memperbaiki konduk…
Implementasi dari Hydraulic fracturing dilakukan dengan cara memperbesar nilai permeabilitas pada shale gas yang memiliki range nilai yang rendah. Parameter yang diuji pada penelitian ini diantaranya Pad Volume, Fracture Propant Concentration ,Injecton Rate, Fluid Volume, dan Fracture Width. Dari kelima parameter diatas dilakukan generate menggunakan FRACCADE 7.0 dan didapati hasil berupa nilai…
Sumur M memiliki permeabilitas yang sangat kecil yaitu 0,05 md dikarenakan formasi pada sumur ini berupa shale dimana membutuhkan cara khusus untuk mulai memproduksinya. Dan salah satu stimulusnya yaitu hydraulic fracturing (HF). Untuk mempermudah produksi minyak dan gas yang terperangkap pada formasi sumur M maka dilakukan HF. Perencanaan hydraulic fracturing pada sumur akan dilaksanakan mengg…