Lumpur pemboran berbahan dasar air (Water Based Mud/WBM) merupakan fluida yang berperan penting dalam menjaga kestabilan lubang bor, mengangkut cutting ke permukaan, serta mengendalikan kehilangan filtrat selama operasi pemboran. Penggunaan bahan aditif ramah lingkungan, seperti sawdust (serbuk gergaji), menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan kinerja lumpur pemboran sekaligus mendukun…
Lumpur pemboran berperan penting dalam menjaga kestabilan lubang bor, mengangkut cutting, serta mengontrol sifat rheology dan filtration loss. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penambahan Carboxymethyl Cellulose (CMC) kulit singkong terhadap sifat lumpur pemboran pada variasi konsentrasi 0 g, 0,225 g, 0,45 g, dan 0,675 g, serta temperatur 30°C, 60°C, dan 90°C. Pengujian meliputi…
Lumpur pemboran memiliki peranan penting dalam operasi pengeboran minyak dan gas, terutama dalam mengontrol filtration loss dan menjaga sifat rheology lumpur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik Carboxymethyl Cellulose (CMC) berbahan dasar serabut kelapa sebagai additive lumpur pemboran serta pengaruh penambahannya terhadap filtration loss dan Rheology lumpur pemboran. Pen…
Lumpur pemboran (drilling mud) merupakan salah satu komponen penting dalam operasi pemboran yang berfungsi untuk mengangkat cutting ke permukaan, mengontrol tekanan formasi, menjaga kestabilan lubang bor, serta mencegah kerusakan formasi. Pada umumnya, Oil Based Mud (OBM) menggunakan diesel oil sebagai fluida dasar. Namun, penggunaan diesel oil memiliki beberapa kelemahan, seperti kurang ramah …
Penggunaan bentonite dalam lumpur pemboran berbasis air memiliki keterbatasan, terutama pada formasi shale yang dapat menyebabkan pembengkakan dan meningkatkan kehilangan filtrat, sehingga diperlukan alternatif aditif yang lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan polimer Graphene Oxide Nanosheets (GONs) pada lumpur pemboran non-bentonite terhadap sifat reol…
Lumpur pemboran berperan penting dalam mengangkat cutting, menstabilkan lubang bor, dan mengendalikan filtrasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penambahan corn starch (2, 4, 6, 8, dan 10 gram) yang dikombinasikan dengan soda ash (Na?CO?) maupun caustic soda (NaOH) terhadap sifat reologi dan filtrasi lumpur pemboran. Uji rheologi dilakukan dengan Fann VG Meter, sedangkan filtrasi …
Pemboran merupakan kegiatan dalam mencari hidrokarbon baik berupa gas, dan minyak. Lumpur pemboran merupakan faktor yang sangat penting dalam operasi pemboran. Dalam lumpur pemboran sifat fisik seperti densitas memiliki peran penting karena mempengaruhi kemampuan lumpur untuk mengendalikan tekanan formasi bawah permukaan. Dengan densitas yang tepat, bertujuan untuk menghasilkan tekanan hidrosta…
Penggunaan lumpur di dalam industri migas merupakan salah satu bagian yang terpenting dari sistem pemboran, karena lumpur pemboran harus diberi perhatian khusus guna untuk melancarkan suatu proses pemboran. Polimer sintetis Xhantan Gum dan Pati Singkong (Manihot Esculenta) dengan konsentrasi masing-masing 1 gr, 1.5 gr dan 2 gr tidak berpengaruh terhadap rheologi lumpur pemboran ini dikarenakan …
Proses pembersihan lubang bor merupakan salah satu aspek krusial dalam operasi pemboran minyak dan gas bumi. Efektivitas pengangkutan cutting sangat dipengaruhi oleh sifat rheologi lumpur pemboran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan aditif Kalium Klorida (KCl) dan Kalsium Karbonat (CaCO3) terhadap sifat fisik dan rheologi lumpur berbasis air (Water Based Mud/WBM), s…
Faktor terpenting dalam suatu operasi pemboran adalah lumpur pemboran. Permasalahan yang sering kali muncul dalam operasi pemboran adalah pada saat pengsirkulasian lumpur pemboran. Pada saat proses sirkulasi, terdapat beberapa permasalahan, salah satunya : Lost circulation. Untuk menanggulangi permasalahan ini, maka perlu diberikan lost circulation material pada lumpur yang akan disirkulasikan …