Semen pemboran merupakan komponen krusial dalam operasi pemboran minyak dan gas yang berfungsi untuk mengikat casing dengan formasi serta mencegah migrasi fluida antar zona. Salah satu parameter penting dalam keberhasilan penyemenan adalah kekuatan ikatan antara semen dan casing yang dinyatakan melalui nilai shear bond strength. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh p…
Penurunan produksi pada lapangan minyak matang menuntut penerapan strategi pengembangan yang mampu meningkatkan perolehan hidrokarbon secara ekonomis, salah satunya melalui pemboran sumur horizontal. Di sisi lain, volatilitas pasar keuangan mendorong penggunaan instrumen investasi alternatif, seperti cryptocurrency, meskipun memiliki tingkat risiko yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk me…
Lapangan X yang berada di wilayah Sumatera Light North memiliki karakteristik tekanan pori yang tergolong abnormal akibat pengaruh proses geologi seperti rekahan alami dan ketidakseimbangan kompaksi batuan. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan utama dalam kegiatan pengeboran karena dapat memicu terjadinya kick, loss circulation, maupun kerusakan formasi jika tidak ditangani dengan desa…
Penggunaan bentonite dalam lumpur pemboran berbasis air memiliki keterbatasan, terutama pada formasi shale yang dapat menyebabkan pembengkakan dan meningkatkan kehilangan filtrat, sehingga diperlukan alternatif aditif yang lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan polimer Graphene Oxide Nanosheets (GONs) pada lumpur pemboran non-bentonite terhadap sifat reol…
Lumpur pemboran berperan penting dalam mengangkat cutting, menstabilkan lubang bor, dan mengendalikan filtrasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penambahan corn starch (2, 4, 6, 8, dan 10 gram) yang dikombinasikan dengan soda ash (Na?CO?) maupun caustic soda (NaOH) terhadap sifat reologi dan filtrasi lumpur pemboran. Uji rheologi dilakukan dengan Fann VG Meter, sedangkan filtrasi …
Pemboran merupakan kegiatan dalam mencari hidrokarbon baik berupa gas, dan minyak. Lumpur pemboran merupakan faktor yang sangat penting dalam operasi pemboran. Dalam lumpur pemboran sifat fisik seperti densitas memiliki peran penting karena mempengaruhi kemampuan lumpur untuk mengendalikan tekanan formasi bawah permukaan. Dengan densitas yang tepat, bertujuan untuk menghasilkan tekanan hidrosta…
Dalam meningkatkan kebutuhan produktivitas minyak, diperlukan langkah dan perencanaan yang tepat dalam mencapai kebutuhan tersebut dengan cara penambahan sumur. Lapangan C merupakan salah satu lapangan yang perlu ditingkatkan produktivitas hidrokarbonnya dimana kondisi reservoir lapangan C memiliki karakteristik kualitas reservoir rendah sehingga salah satu cara yang akan di gunakan untuk menin…
Lost circulation merupakan masalah yang signifikan dalam operasi pemboran dan tercatat lebih dari 2 miliar USD dikeluarkan oleh perusahaan untuk mengatasi masalah ini. Pengeluaran biaya yang tidak terkontrol dapat berdampak besar pada efisiensi atau nilai kelayakan suatu proyek karena memiliki potensi kerugian. Evaluasi dan analisa dari berbagai data terkait dengan lost circulation dilakuka…
Pemboran sumur P56 Lapangan X bertujuan menambah titik serap hidrokarbon di lapisan reservoir dari batugamping Layer-L pada Eq. Formasi Cibulakan Atas (CBA). Sumur dibor berarah dengan target pada masing-masing kedalaman TVD, yaitu 1363.01 m, 1502.29 m, 2065.48 m, 2323.62 m. Pada saat operasi pemboran, terjadi permasalahan pipestuck pada kedalaman 1725 MD formasi yang ditembus terdapat batua…
Penggunaan lumpur di dalam industri migas merupakan salah satu bagian yang terpenting dari sistem pemboran, karena lumpur pemboran harus diberi perhatian khusus guna untuk melancarkan suatu proses pemboran. Polimer sintetis Xhantan Gum dan Pati Singkong (Manihot Esculenta) dengan konsentrasi masing-masing 1 gr, 1.5 gr dan 2 gr tidak berpengaruh terhadap rheologi lumpur pemboran ini dikarenakan …